JAKARTA(BangsaOnline)Menteri
Perumahan Rakyat, Djan Faridz, terus mendorong masyarakat Indonesia khususnya
di kota besar untuk tinggal di rumah susun. Bahkan, Djan meminta orang kaya
yang berada di pinggiran kota untuk mau tinggal di rumah susun di tengah kota.
Djan berjanji akan memberi insentif untuk orang kaya dan masyarakat Indonesia
yang mau tinggal di rumah susun. Insentif ini bisa berupa pengurangan biaya
listrik, biaya gas serta PBB (Pajak Bumi dan Bangunan) yang murah.
"Masyarakat berpenghasilan tinggi kalau di luar kota besar mau pindah
dalam kota. Saya perjuangkan biaya listrik, gas dan PBB murah. Merangsang
tinggal di kota besar di rumah susun," ucap Djan di acara BTN Property
Expo 2014 di JCC, Senayan, Jakarta, Sabtu (16/8).
Djan mengakui masyarakat kaya di pinggir kota saat ini hidup enak dengan
luasnya tanah yang dimiliki. Namun, untuk menghemat lahan, Djan meminta agar
orang kaya tersebut terbiasa tinggal di rumah susun.
"Sekarang akibatnya Jakarta kita bergerak saja menuju kantor sudah susah
sekali. Pembangunan pinggiran kota dengan transportasi massal tidak
berbarengan. Pakai motor dan mobil pribadi jadinya," tegasnya.
Dalam waktu dekat, Djan Faridz berjanji akan mengeluarkan Peraturan Menteri
atau Keputusan Menteri sebagai payung hukum pemberian insentif kepada orang
kaya pinggiran kota yang mau tinggal di rumah susun tengah kota.
"Bayangkan orang kaya tinggal di pinggiran kota mereka bisa punya rumah
1.000 - 2.500 meter. Mereka dari pinggir menambah kemacetan," tutupnya.




