SAMPANG, BANGSAONLINE.com - Perwakilan tenaga honorer Kategori Dua (K2) ngeluruk ke Kantor Pemkab Sampang untuk menuntut Bupati Sampang memperjuangkan nasibnya menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS), kemarin.
Saat ini sebanyak 1.409 guru berstatus K2, 30 tenaga kesehatan, dan 300 tenaga teknis, menunggu kejelasan nasibnya dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara agar segera diangkat PNS.
Ainur Rofik selaku perwakilan guru K2 saat dialog dengan Bupati Sampang Fadhilah Budiono meminta bupati menyurati pemerintah pusat supaya cepat mengeluarkan regulasi baru tentang pengangkatan guru honorer K2 menjadi guru PNS secara bertahap mulai 2018 hingga 2019.
“Kami minta Bupati agar menyampaikan kepada Komisi II DPR RI dan meminta mencabut moratorium yang menyebabkan sejak 2014 hingga 2017 tidak ada pengangkatan CPNS,” ucapnya saat dialog.
Selain menuntut Bupati memperjuangkan nasibnya, perwakilan K2 ini juga menuntut Bupati Sampang mengeluarkan SK seluruh tenaga honorer K2. "Kami minta legalitas K2 diakui dengan adanya SK Bupati,” tegasnya.
Sementara Bupati Sampang Fadhilah Budiono mengatakan pihaknya telah melayangkan surat sebanyak empat kali ke Mendagri, DPR RI, Menpan-RB, dan Mendiknas, agar nasib K2 di daerah tetap diperhatikan.
“Rencananya, kami akan kirimkan lagi. Jadi, semuanya surat yang kami layangkan sudah lima kali. Surat itu tembusannya kepada Presiden dan Ketua DPR RI,” katanya. (hri/ros)




