Rp 2,1 M untuk Rehab Sekolah Rusak

Rp 2,1 M untuk Rehab Sekolah Rusak

BOJONEGORO (bangsaonline) - Dinas Pendidikan (Disdik) Bojonegoro menganggarkan dana sebesar Rp 2,1 miliar dari dana alokasi khusus (DAK) tahun 2014 untuk memperbaiki ratusan ruang kelas pada sejumlah sekolah di Bojonegoro yang rusak.

Kepala Dinas Pendidikan Bojonegoro Khusnul Huluq mengatakan, paling banyak kerusakan tersebut terjadi pada Sekolah Dasar (SD) yakni 218 kelas, Sekolah Menengah Pertama (SMP) 112 kelas, dan Sekolah Menegah Kejuruan (SMK) 36 Kelas. "Tidak semua bangunan mengalami rusak berat, rata-rata bangunan mengalami rusak sedang dan tahun depan ditargetkan tuntas,” ujar Huluq, Rabu (13/8/2014).

Dikatakan, gedung sekolahan yang mengalami kerusakan itu rata-rata terjadi di wilayah pinggiran atau jauh dari kawasan kota. Di wilayah timur seperti di Kecamatan Baureno dan Kanor. Sedangkan di wilayah barat seperti Kecamatan Purwosari, Padangan dan Kedewan.

Sekolah Dasar Negeri (SDN) Purwosari I di Desa/Kecamatan Purwosari misalnya, ratusan pelajar terpaksa belajar di dalam ruangan kelas yang kondisinya rusak dan nyaris ambruk. Siswa juga merasa kurang nyaman belajar lantaran kondisi ruangan kelas penuh sesak.

Dua ruang kelas di sekolahan itu kondisinya rusak, dindingnya terlihat retak dan mengelupas di sana-sini. Cat dindingnya terlihat sudah kusam. Coretan pensil dan pulpen juga tampak mengotori dinding ruang kelas berukuran sekitar tujuh meter x enam meter itu. 

Sementara plafon atap ruang kelas juga banyak yang jebol dan copot. Selain itu, kayu penyangga ruangan kelas juga terlihat sudah lapuk. Meski begitu, ruangan ditempati secara bergantian oleh siswa kelas dua dan kelas satu. Siswa kelas satu sebanyak 41 siswa dan siswa kelas dua sebanyak 44 siswa.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: