PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Gempol 9 Avenue menggelar acara Gempol Avenue Urban Fest (GAUF) bertempat di Gempol 9, Minggu (12/11). Salah satu kegiatannya adalah menampilkan kompetisi mural yang dilaksanakan mulai tanggal 12-13 November 2017.
Saat ditemui BANGSAONLINE, Sulistiawan, salah satu panitia GAUF mengatakan, acara tersebut bertujuan untuk membangun potensi bagi para pelaku mural. Selain sebagai ajang kompetisi bagi para pelaku mural khususnya mereka yang lebih memilih jalanan sebagai ekspresi seni.
"Juga sebagai wujud apresiasi dari penyelenggara kepada para penggila media tembok. Sekaligus menepis stigma yang seringkali menimpa karya-karya mural itu kumuh, kotor, dan lainnya. Mural tetaplah mural, bergantung dari mana sudut pandang kita melihatnya," beber Sulis.
Penyelenggara sangat berharap kegiatan itu berdampak bagus bagi para peserta mural secara educatif maupun apresiatif.
Diketahui, acara itu diikuti lebih dari 40 peserta yang berasal dari berbagai daerah. Di antaranya dari Surabaya, Malang, Pasuruan, Batu, Yogyakarta, Banyuwangi, Magelang, Bangkalan, Jember, Mojokerto, dan beberapa kota di Jawa Timur. Kompetisi yang bertajuk Mural Street Art Competition itu memakai tema "Urban Culture".
Selain itu, ada juga diskusi yang bertujuan agar para pelaku seni jalanan mendapatkan bekal dan edukasi dari para narasumber yang sengaja dihadirkan. Seperti Kuss Indarto yang sudah tidak asing perannya sebagai kurator dalam dunia Seni Rupa, Dr. Bramantijo, M.Sn, yang dalam penelitian untuk meraih gelar doktornya adalah tentang dunia street art.
Kemudian Hari Prajitno, M. Sn, penggiat sekaligus pelaku seni rupa yang cukup revolusioner pemikirannya, Agus Koecing sebagai perupa muda yang sangat berpengalaman dalam rimba seni rupa, serta mas Henri Nurcahyo yang merupakan penulis seni rupa yang sangat produktif hingga sekarang. (afa/ian)




