
TUBAN (bangsaonline) - Kondisi bangunan Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Bulu Tuban terlihat megah, dengan penempatan ruang dan fasilitas untuk kebutuhan aktifitas lelang sudah terpenuhi. Namun disayangkan, sejak diresmikan Gubernur Jawa Timur Soekarwo pada juni 2013 lalu hingga saat ini belum juga melakukan aktifitas lelang ikan.
Keluhan pun datang dari berbagai kalangan, baik dari para nelayan, juragan kapal, pemilik kapal maupu pedagang ikan. Mereka menyayangkan dengan keberadaan PPI yang tak kunjung lakukan lelang. Padahal berbagai fasilitas mulai dari tempat pendaratan kapal, tempat lelang maupun kantor pegawai sudah ada.
Seperti disampaikan Sulikan (28) pemilik kapal sekaligus pedagang ikan warga, Bulu Meduro, Kecamatan Bancar, Tuban, ia menyayangkan dengan kondisi PPI Bulu yang selama setahun lebih setelah diresmikan tidak lakukan proses lelang. Selain merugikan para nelayan, juga berpengaruh kepada para pedagang ikan. Karena dengan tidak adanya proses lelang ikan, maka harga ikan jauh dibawah pada umumnya.
“Sejak dibuka dan diresmikan oleh Pakde Karwo (Gubernur Jawa Timur) pada bulan Juni 2103 lalu, hingga saat ini belum juga lakukan lelang, cuman ya mungkin pernah namun sekali atau dua kali gitu, itu pu kayaknya hanya formalitas saja,” ungkap Sulikan.
Hal serupa disampaikan juragan kapal, Sugeng (48) saat dikonfirmasi mengungkapkan, agar pemerintah setempat segera melakukan tindakan terhadap PPI tersebut. Selain itu, secepatnya melakukan lelang ikan, supaya bisa meningkatkan kesejahteraan pada nelayan setempat.
“Semoga saja pemerintah lekas mengambil tindakan, selain itu, secepatnya bisa melakukan aktifitas lelang ikan,” tandasnya.
Sementara itu, Pemkab Tuban melalu Dinas Perikanan dan Kelautan, Sunarto saat dikonfirmasi mengatakan, bahwa PPI Bulu sebernyanya sejak awal yang ditunjuk sebagai pengelolah adalah koperasi setempat. Namun selama dikelolah oleh pihak koperasi ternyata tidak berjalan dan tidak ada proses lelang ikan. Maka dari itu, mulai bulan ini pemkab mengambil alih tugas tersebut.
“Tahap pertama yang kita lakukan adalah sosialisasi dengan nelayan dan pedagang ikan yang rencana akan kami lakukan 14 agustus 2014 mendatang. Sedangkan setelah dilakukan tahap sosialisasi, langsung dilaksanakan pelelangan ikan karena nelayan sudah menunggu,” janjinya.



