Tak Ada Anggaran, Pemkab Pasuruan Tak Tambah Anggaran Normalisasi

PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Belum rampungnya semua kegiatan normalisasi serta adanya efisiensi menjadi pertimbangan Pemkab Pasuruan untuk tidak menambah anggaran di kegiatan tersebut. Saat ini baru sekitar 70 hingga 80 persen normalisasi dari seluruh sungai yang diproyeksikan dikeruk tahun ini.

Hal tersebut diakui oleh Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Tata Ruang Kabupaten Pasuruan, Hanung Widya Sasangka. "Tahun ini ada 62 titik sungai yang akan dinormalisasi. Untuk merealisasikannya, Pemkab mengalokasikan dana hingga Rp 2,6 miliar. Kegiatan normalisasi itu akan disebar di 16 kecamatan yang ada di Kabupaten Pasuruan," ujarnya.

Adapun normalisasi ini juga dilakukan UPT Pandaan, Beji, Bangil, Purwosari, Purwodadi, Sukorejo, Gempol, Rembang, Pohjentrek, Kraton, Winongan, Grati, Rejoso, Lekok dan Nguling. Banyaknya sungai yang dinormalisasi tersebut, membuat Pemkab tak lagi mengusulkan tambahan di P-APBD.

Apalagi, tidak ada ketersediaan anggaran untuk merealisasikannya. “Tidak ada penambahan kegiatan normalisasi di P-APBD. Karena, anggaran daerah terbatas,” ungkap Hanung-sapaannya.

Untuk itu, pihaknya saat ini hanya fokus menyelesaikan normalisasi sungai-sungai yang sudah diproyeksikan sebelumnya. "Masih ada waktu untuk menyelesaikan kegiatan normalisasi tersebut. Karena targetnya November harus sudah diselesaikan," pungkasnya. (bib/par/rev)


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini:Tak Ada Anggaran, Pemkab Pasuruan Tak Tambah Anggaran Normalisasi