Pemprov Jatim Fokus Kemacetan di Nangkreh dan Duduk

Pemprov Jatim Fokus Kemacetan di Nangkreh dan Duduk

SURABAYA (bangsaonline) -  Tahun ini Pemprov Jatim fokus terhadap beberapa titik kemacetan lalu lintas seperti daerah di Nengkreng dan Duduk Sampean, Gresik. 

“Kedua jalur ini merupakan titik kemacetan. Masyarakat diharap tetap bersabar dan tertib berlalu lintas agar kemacetan bisa diatasi,” ujar Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf (Gus Ipul), usai melaksanakan Ibadah Salat Idul Fitri 1435 H di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya, Minggu (28/7/2014).   

Ia berharap, angka kecelakaan pada saat lebaran tahun ini bisa berkurang dibandingkan tahun kemaren terlebih tidak ada korban kecelakaan lalu lintas. Terkait kebutuhan stok bahan makanan dan minuman di Jatim, ia menilai sangat cukup dan tidak ada gejolak harga yang besar.

"Ada sekitar 7,1 juta orang lebih yang melaksanakan mudik lebaran di Jatim membutuhkan kebutuhan makanan dan minuman. Jumlah ini meningkat sebesar 200.000 orang dibandingkan pada tahun 2013 yang hanya sekitar 6,9 juta orang. Allhamdulillah stock pangan di Jatim cukup dan tidak ada gejolak harga yang signifikan,” ungkapnya.

Disebutkan dia, ke depan, ada tantangan besar yang harus segera diselesaikan dan dipersiapkan oleh Pemprov Jatim. Tantangan tersebut adalah perbaikan sarana infrastruktur jalan, pembebasan pembangunan Jalan Tol, mendorong penyelesaian ganti rugi Lumpur Lapindo hingga menyiapkan keterampilan pendidikan. 

"Tahun depan kita harus mempersiapkan diri dalam Pasar Bebas Asean 2015 dimana arus barang dan jasa bisa dengan mudah keluar masuk dari satu negara ke negara lainnya untuk itu kita harus terus bekerja memperbaiki kualitas pembangunan serta menyejahterakan masyarakat Jatim,” tutupnya.

Sementara itu, pelaksanaan Salat Idul Fitri 1435 H di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya diikuti oleh sekitar 60.000 masyarakat umum. Bertindak selaku Khatib adalah KH. Miftahul Akhyar (Rois Syuriah PWNU Jatim) dengan tema “Idul Fitri Momentum Merekatkan Ukhuwah Sebagai Modal Membangun Bangsa”. Bertindak sebagai imam yakni, KH. Abd. Hamid Abdullah SH, M Si.

Perolehan Zakat Fitrah dalam bentuk beras mencapai 595 KG dan bentuk uang sebanyak Rp. 85.553.000. Untuk Zakat Maal, sebesar Rp 286.304.600, Fidyah Rp 15.325.000 serta infaq dan sodaqoh Rp 41.931.000.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini:Pemprov Jatim Fokus Kemacetan di Nangkreh dan Duduk