SURABAYA (bangsaonline)-Tingginya popularitas Joko Widodo (Jokowi) sebagai Capres dari
Partai PDI Perjuangan (PDIP) membuat Partai Persatuan Pembangunan (PPP)
tak bisa menutup mata. Partai berlambang Kakbah itu pun membuka peluang
koalisi dengan PDIP dalam pilpres mendatang. Hal itu disampaikan Ketua
Umum DPP PPP Suryadharma Ali di Surabaya, Minggu (16/3).
Menurut orang nomor satu di PPP itu, koalisi dengan PDIP terbuka bila
perolehan suara PPP dalam pemilu legislatif 9 April nanti tidak mencapai
20 persen. Dengan demikian koalisi menjadi keharusan dengan partai
lain, termasuk PDIP.
"Kalau suara PPP secara nasional tak sampai 20 persen, kita buka peluang
dengan siapapun termasuk dengan PDIP yang mencapreskan PDIP. Tapi kalau
target 20 persen suara terpenuhi, kita prioritaskan kader
partai,"terang pria yang akrab disapa SDA.
SDA mengungkapkan, saat ini PPP sudah mengantongi 7 nama Calon Presiden
Hasil Mukernas di Bandung. Mereka adalah Joko Widodo, Jusuf Kalla,
Khofifah Indarparawansa, Isran Noor, Jimly Asshidiqqie, Din Syamsuddin
dan Suryadharma Ali.
"Jadi kalau nantinya PPP mendukung Jokowi sebagai Capres. Itu bukan hal
yang istimewa, karena nama Jokowi sudah masuk dalam bursa 7 Capres PPP.
Bahkan kita lebih awal dari PDIP sendiri,"tandas politisi yang juga
menjabat sebagai Menteri Agama itu.




