KOTA PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Dugaan pengondisian tender di Badan Layanan Pengadaan (BLP) Kota Pasuruan terus menggelinding. Wali Kota Pasuruan Setiyono yang dikonfirmasi Bangsaonline.com membenarkan jika memang biasanya ada tamu dari rekanan yang berbicara mengarah pada permintaan pemenangan lelang paket proyek.
Namun, ia membantah jika ada kongkalikong pemenangan tender di BLP. "Saya sebagai Wali Kota selalu welcome ke setiap tamu. Kalau ada tamu ditolak itu kan tidak baik. Jika rekanan yang intinya ingin menang tender, saya selalu arahkan ikut lelang. Kan sudah ada mekanisme lelang, jadi tidak ada sistem pengondisian," dalih Wali Kota.
Dalam kesempatan itu, ia meminta kepada seluruh masyarakat agar ikut mendukung program pemerintah. "Tidak perlu mencari kesalahan dalam sektor kegiatan pemerintahan. Giat yang sempurna itu hanya dilakukan oleh Allah SWT," tambahnya.
Diberitakan sebelumnya, indikasi adanya kongkalikong pengondisian proyek di Kota Pasuruan menguat setelah BLP mengumumkan pemenang tender. Pasalnya, dalam pengumuman tersebut, diketahui tiga proyek raksasa Pemkot Pasuruan, di antaranya proyek uruk senilai Rp 11 M dan pembangunan kantor Kecamatan Panggungrejo senilai Rp 9 M, diborong oleh PT. Hutomo Mandala Perkasa (HMP) yang merupakan bagian dari Yusuf Group.
Salah satu narasumber yang meminta namanya tidak dipublikasikan menuding bahwa PT HMP bisa memenangkan proyek raksasa karena pemiliknya, yakni Yusuf, mempunyai kedekatan dengan Wiyoso, adik Wali Kota Pasuruan Setiyono. Bahkan narasumber ini menyebutkan bahwa sebelum tender, Yusuf mengadakan pertemuan dengan Wiyoso dan salah satu anggota DPR RI.
Namun saat dikonfirmasi terkait dugaan ini, Wiyoso langsung membantah. Ia menjelaskan bahwa pihaknya kenal dengan Yusuf hanya sebatas teman. "Itu fitnah, saya tidak pernah melakukan pertemuan dengan Yusuf, Misbakhun dan Kakak saya Wali Kota." Kata Yoso saat dikonfirmasi Bangsaonline.com.
Terpisah, Besuk Usdkari selaku Kasubag layanan BLP juga membantah adanya dugaan kongkalikong tersebut. Ia menganggap hal tersebut sebagai tuduhan yang tidak mendasar. "Silakan saja, itu hak mereka menuding negatif BLP. Kalau tidak puas, ada mekanismenya, silakan melakukan sanggahan," ujarnya singkat.
Sementara, Yusuf sendiri belum bisa dikonfirmasi terkait hal ini. Ditemui di lokasi proyek, yang bersangkutan tidak ada di tempat. "Pimpinan (Yusuf, red) kalau ke sini tidak tentu dan tidak pasti. Personality di sini juga tidak ada yang punya nomer kontaknya," ujar salah satu security. (awi/par/rev)










