Kolega Adik Wali Kota Pasuruan Borong 3 Proyek Raksasa, Ini Tanggapan BLP

PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Indikasi adanya kongkalikong pengondisian proyek di Badan Layanan Pengadaan (BLP) Kota Pasuruan terus menyeruak di kalangan pihak rekanan. Pasalnya, tiga proyek raksasa Pemkot Pasuruan, di antaranya proyek uruk senilai Rp 11 M dan pembangunan kantor Kecamatan Panggungrejo senilai Rp 9 M, diborong oleh PT. Hutomo Mandala Perkasa (HMP) yang merupakan bagian dari Yusuf Group.

Hal tersebut diketahui setelah pihak Badan Layanan Pengadaan (BLP) kota Pasuruan mengumumkan pemenang lelang baru-baru ini. 

Memang dugaan kongkalikong ini dalam beberapa hari terakhir menjadi viral di Kota Pasuruan. Apalagi semenjak diberitakan oleh Bangsaonline.com. "Sebenarnya ada beberapa pihak yang bermain dalam pengondisian proyek di kota Pasuruan. Jadi berita yang anda tulis di media anda memang benar adanya," kata salah satu narasumber yang enggan namanya dipublikasikan.

Ia bahkan menyebut pengondisian proyek itu melibatkan Yusuf (pemilik PT HMP), Yoso (adik Wali Kota Pasuruan) dan salah satu oknum anggota DPR RI.

Namun saat dikonfirmasi terkait dugaan kongkalikong ini, Yoso langsung membantah. Ia menjelaskan bahwa pihaknya kenal dengan Yusuf hanya sebatas teman. Begitu juga saat dikonfirmasi terkait pertemuan dengan salah satu anggota DPR RI, ia juga membantah.

"Itu fitnah, saya tidak pernah melakukan pertemuan dengan Yusuf, Misbakhun dan Kakak saya Wali Kota." Kata Yoso saat dikonfirmasi Bangsaonline.com.

Terpisah, Besuk Usdkari selaku Kasubag layanan BLP juga membantah adanya dugaan kongkalikong tersebut. Ia menganggap hal tersebut sebagai tuduhan yang tidak mendasar. "Silakan saja, itu hak mereka menuding negatif BLP. Kalau tidak puas, ada mekanismenya, silakan melakukan sanggahan," ujarnya singkat. (awi/par/rev)


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini:Kolega Adik Wali Kota Pasuruan Borong 3 Proyek Raksasa, Ini Tanggapan BLP