Wali Kota Abdullah Abu Bakar saat menjenguk Abian di RS Aura Syifa, Kediri.
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Di usianya yang 2,5 tahun, Abian Alvi Pradipta Wasono harus menjalani operasi pemotongan usus dan pembuatan anus hingga tiga kali. Balita asal Kelurahan Bandar Lor, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri ini mengalami kelainan bawaanya pada sistem ekskresi atau pembuangan feses atau dalam kedokteran dengan istilah Hirscprung.
Ditemui di Rumah Sakit Aura Syfa Kediri, Abi sudah terlihat ceria, meski sesekali menangis. Tetapi tangisannya bukan karena rasa sakit paska operasi, namun takut karena dikerumuni banyak orang. Ya, Kamis (24/8) siang Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar dan rombongan menjenguknya.
BACA JUGA:
- Libur Panjang Iduladha, Stasiun Kediri Layani Lebih dari 13 Ribu Penumpang
- Puskesmas Tiron Kediri Terbakar, Kerugian Capai Rp1 Miliar
- Antisipasi Kepadatan Kaliombo, Dishub Kota Kediri Siagakan Petugas dan Pantau Arus Lalin Lewat ATCS
- Antisipasi Tindak Kejahatan Jalanan, Polres Kediri Bentuk Tim Anti Begal
"Terima kasih sudah dibantu Bapak Wali Kota Kediri. Selama perawatan di rumah sakit ini hingga tiga kali operasi, kami tidak mengeluarkan biaya," ucap Lindati, sang ibu sambil membopong buah hatinya. Raut wajah bahagia juga tampak dari ayahnya Dedi Wasono yang berdiri di sebelah istri dan anaknya.
Lindati berkisah, dua bulan lalu, Abi tiba-tiba demam. Perutnya kembung dan tidak bisa kentut maupun buang air besar. Awalnya mereka hanya mengira masuk angin. Tetapi setelah diolesi minyak angin tidak kunjung sembuh. Akhirnya Lindati dan suaminya memberanikan diri membawa Abi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Gambiran Kota Kediri. Alangkah terkejutnya Linda. Sebab dari hasil diagnosa medis, Abi divonis mengalami kelainan usus.
Tetapi karena rumah sakit milik Pemkot Kediri ini tidak memiliki dokter spesilis bedah anak, akhirnya hanya bisa merujuk pasien ke rumah sakit lain yang lebih memadai. Awalnya, rumah sakit yang direkomendasikan berada di Surabaya, seperti RSUD dr Soetomo. Di tengah kegundahan kedua orang tuanya, mereka bertemu dengan Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar. Akhirnya, Linda disarankan untuk mengurus syarat-syarat memperoleh bantuan biaya pengobatan dari pemerintah.
Dedi dan Linda lantas membawa buah hatinya ke RS Aura Syfa. Pertimbangannya, di rumah sakit swasta yang masih berada di wilayah Kediri ini sudah memiliki dokter spesialis bedah anak. Yakni, dokter Bobbi. Menurut mereka, berobat di Kediri lebih efisiens ketimbang mereka pergi ke Surabaya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




