Proses pengerjaan bantaran kali Kemuning. foto: suaramadura.com
SAMPANG, BANGSAONLINE.com - Dinilai kualitas kurang bagus dalam pekerjaan, proyek inspeksi bantaran sungai Kali Kamuning senilai Rp 190 juta di lokasi Jalan Agus Salim, Kelurahan Banyuanyar diprotes warga.
Bahkan warga memperkirakan umur proyek tidak akan bertahan lama karena dikerjakan dengan alat seadanya. Selain itu, muncul dugaan bahan dan campuran materialnya kurang sesuai dengan bestek.
BACA JUGA:
- Proyek Rekonstruksi Jembatan di Daleman Sampang Jalan di Tempat, Masyarakat Mulai Khawatir
- Soal Korupsi Proyek Lapen Rp12 Miliar di Sampang, Polda Jatim Diminta Segera Tetapkan Tersangka
- Proyek Irigasi P3-TGAI di Batuporo Barat Rusak Parah, Aktivis Sampang Duga Adanya Penyelewengan
- Masyarakat Senang, Kini Jalan Kodak-Nyeloh Sudah Mulus Usai Diperbaiki
“Kalau cuma dikerjakan pakai tangan mana bisa kuat, apalagi nanti bila dilalui alat berat. Seharusnya, supaya hasilnya maksimal, ya pakai alat semacam alat molen (mixer) itu,” ucap Roni, salah satu warga Banyuanyar, kemarin.
Menanggapi protes warga, Kabid Pengelolaan Sungai Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sampang, Syaiful Muqoddas mengatakan pihaknya telah melakukan peneguran kepada rekanan.
Sedangkan menanggapi alat bantu seperti molen (mixer) untuk pencampuran bahan-bahan, pihaknya menjelaskan bahwa hal itu tidak perlu. Sebab, di dalam Rancangan Anggaran Kegiatan (RAB) tidak dicantumkan secara spesifik penggunaan alatnya.
"Di RAB hanya disebutkan menggunakan alat pencampur, ya bisa saja cuma menggunakan sekop cangkul dan lainnya," dalihnya.
Syaiful Muqoddas tidak membantah bahwa dengan menggunakan alat molen (mixer) hasilnya akan lebih bagus. "Tapi perlu diperhatikan komposisi bahan pencampurannya agar sesuai RAB," kelitnya lagi. (hri/ros)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News





