Ngesti Utomo, Kepala Dinkes Kota Blitar.
BLITAR, BANGSAONLINE.com - Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Blitar, sebanyak 43.873 anak di Kota Blitar menjadi target imunisasi campak rubella atau campak jerman. Selama dua bulan ke depan puluhan ribu anak itu akan menjadi target imunisasi campak dan rubella pasca dimulainya imunisasi campak dan rubella di Kota Blitar.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Blitar Ngesti Utomo mengatakan, kampanye imunisasi campak rubella dilakukan seluruh daerah di Indonesia. Imunusasi tersebut diperuntukkan warga Kota Blitar yang berusia sembilan bulan hingga 15 tahun. Untuk anak-anak yang masih balita dan belum sekolah akan dilakukan imunisasi di posyandu yang ada di Kota Blitar. Sedangkan bagi anak yang sudah masuk usia sekolah akan dilakukan imunusasi di sekolah-sekolah.
BACA JUGA:
- MAKI Tolak Mantan Napi Maju Calon Ketua KONI, Wali Kota Blitar Buka Suara
- Sekolah Rakyat di Kota Blitar Mulai Verifikasi Calon Siswa, Prioritaskan Siswa dari Keluarga Miskin
- Kafe di Jalan Mastrip Kota Blitar Rusak Tertimpa Bangunan Kosong Akibat Gempa Pacitan
- Jadi Tokoh Muda Nahdliyin Inspiratif 2025, Tambah Motivasi Mas Ibin Mengabdi untuk Kota Blitar
"Tidak hanya warga Kota Blitar, bagi warga dari luar Kota Blitar yang menuntut ilmu di Kota Blitar-pun juga akan mendapatkan kesempatan yang sama untuk menerima imunisasi cacar dan rubella, karena ini merupakan program pemerintah pusat. Dan sudah kewajiban daerah untuk ikit mensukseskan," tutur Ngesti Utomo, Rabu (2/8) siang.
Dilanjutkan Ngesti, dengan target dua bulan, bukan berarti pelaksanaan imunisasi campak dan rubella tanpa kendala. Menurutnya sejauh ini kendala yang dihadapi adalah kendala minimnya tenaga medis. Meski demikian, ia berusaha untuk menyelesaikan program ini tepat waktu.
Lanjut Ngesti, untuk menyelesaikan program ini di Kota Blitar ada 70 tenaga medis. Pihaknya juga meminta peran aktf dari 825 kader-kader posyandu, dan 15 supervisior di Kota Blitar. Ngesti Utomo mengaku bersyukur, Kota Blitar yang terdiri dari tiga kecamatan tidak memiliki luas yang berjauhan, sehingga lebih memudahkan bagi pihaknya untuk menjalankan program imunisasi ini.
“Kalau luas wilayahnya jauh-jauh, tentunya akan menyulitkan, beruntung Kota Blitar dapat dijangkau dalam waktu singkat,” pungkasnya. (blt1/tri/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




