SURABAYA (bangsaonline) – Tahun ini Pemprov Jatim menyediakan 4.000 paket dana hibah untuk segala macam kegiatan keagamaan. Itu disampaikan Gubernur Jatim Soekarwo, saat acara buka bersama PWNU Jatim dan Muspida sekaligus launching MyHalal, di kantor PWNU Jatim, Minggu (20/7) sore.
”Tahun ini ada 4.000 paket dana hibah disediakan pemprov. Saya serahkan penyaluran dana hibah itu kepada Gus Ipul (Wakil Gubernur Jatim, red),” kata Pakde Karwo, sapaan akrab Soekarwo.
Dia menjelaskan, pengembangan ekonomi masyarakat Jatim satu di antara tiga amanah yang disampaikan para ulama dan kiai NU kepadanya selaku Gubernur Jatim. Nah, paket hibah tersebut adalah salah satu realisasinya. ”Tahun depan kami targetkan agar bertambah menjadi 5.000 paket dana hibah,” tandasnya.
Dua amanah lain yang disampaikan ulama NU kepada pemprov, lanjut Pakde, adalah pengembangan pendidikan dan pemberantasan maksiat. Pengembangan di bidang pendidikan, kata dia, sudah dilakukan sejak beberapa tahun lalu. ”Kami juga sudah berhasil melakukan upaya pemberantasan maksiat dengan menutup Lokalisasi Dolly,” katanya.
Khusus penutupan Lokalisasi Dolly, kepada NU Pakde menyampaikan terima kasih atas kerjasamanya. ”Saat proses penutupan saya dibisiki ulama-ulama NU agar jangan keras-keras saat penutupan. Dan selanjutnya lokalisasi-lokaliasi lainnya juga akan ditutup. Termasuk di Kabupaten Madiun, saya mengapresiasi Bupati Muhtarom yang sudah melakukan langkah untuk menutup lokalisasi di sana,” tandas Pakde.
Sementara itu, Ketua Tanfidziyah PWNU Jatim KH Hasan Mutawakkil Alallah mengatakan, penutupan Lokalisasi Dolly adalah keharusan. Menurutnya, penutupan lokalisasi terbesar di Asia Tenggara itu bukan hanya soal maksiat, tapi juga masalah kemanusiaan yang harus dicarikan solusi. ”Kita melihat bagaimana mirisnya demi sesuap nasi seorang wanita rela menjual tubuhnya,” ujarnya.
Selain Pakde Karwo dan KH Hasan Mutawakkil Alallah, acara buka bersama dan launching MyHalal di PWNU Jatimkemarin juga dihadiri Rais Syuriah KH Miftachul Akhyar, Wagub Jatim Saifullah Yusuf, Kapolda Jatim Irjen Pol Unggung Cahyono, Pangdam V Brawijaya TNI Eko Wiratmoko, Kepala Kemenag Jatim Mahfudh Shodar, dan tokoh Jatim lainnya.



