
Agar tidak melambung, Badan Urusan Logistik (Bulog) Sub Divisi Regional (Divre) V Tuban-Bojonegoro menggelar operasi pasar atau pasar murah di sejumlah pasar di Tuban dengan memberikan subsidi ongkos angkut. Sehingga harga beras di pasaran bisa lebih terjangkau dibanding dengan harga sebelumnya.
Kepala Bulog Sub Divre Tuban Bojonegoro Efdal Ms mengatakan, operasi pasar murah merupakan program dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. “Program tersebut berupa pemberian tambahan biaya angkot, guna pengendali harga beras di pasaran. Hal itu dilakukan, supaya saat permintaan jumlah beras yang tinggi harga tetap stabil. Kondisi puasa dan jelang lebaran harga beras cenderung naik,” ujarnya, Sabtu (19/7/2014)
Masih kata Efdal, sebenarnya operasi pasar yang dilakukan sub bulog Tuban-Bojonegoro dalam operasi pasar itu tidak hanya menekankan pada harga beras saja. Namun juga mengendalikan harga minyak goreng, tepung dan gula. "Keempat kebutuhan pokok tersebut harganya cenderung tinggi, jika permintaannya banyak maka harganya pun akan naik," imbuhnya.
Sementara itu, operasi pasar saat ini sudah dilakukan di dua pasar tradisional di Tuban, yakni pasar Jalan Pramuka dan pasar Baru Tuban.



