TUBAN (bangsaonline) - Menjelang lebaran, warga di Tuban harus berhati-hati saat membeli daging, khususnya daging ayam potong. Pasalnya, saat ini diduga telah terjual daging ayam potong yang tersebar di pasar kecamatan hingga plosok desa dalam kondisi tidak sehat.
Salah satu keluhan itu datangnya dari Ahmad Mujahidin (27) pengusaha warung makan asal Desa Bulujowo, Kecamatan Bancar, Tuban. Kualitas daging ayam potong yang dijual di pasar layur Bulu, Kecamatan Bancar, Tuban tak layak konsumsi. Daging tak sehat dan tidak seperti daging ayam pada umumnya. Diduga sebelum dipotong, ayam tersebut dalam kondisi sakit atau dimungkinkan terlalu banyak suntikan. Sehingga kualitas dagingnya menurun dan bakal berbahaya jika dikonsumsi secara terus menerus.
"Beda pada hari sebelumnya, saat ini banyak sejumlah pedagang yang bebas menjual daging ayam potong yang kelihatannya tak sehat. Apabila daging tersebut dikonsumsi terus menerus, maka akan berbahaya bagi kesehatan," katanya saat ditemui, Jumat (18/7).
Senada disampaikan Mutmainah (27) pembeli daging ayam potong asal Kecamatan Jatirogo, Tuban. Dia melihat sejumlah penjual daging ayam potong di Pasar kecamatan setempat yang dagingnya diduga juga tidak sehat. Hal itu terlihat daging ayam potong yang dijual tampak pucat dan kebiru-biruan. Selain itu, dagingnya juga tidak segar dan agak berbau amis.
"Harganya terhitung murah, sempat mau membeli. Tapi takut dan mamang, soalnya kondisis dagingnya yang kayaknya tidak sehat, dan ayamnya kayaknya juga tiren (mati kemarin)," ujar perempuan beranak satu ini.
Lanjut Mutmainah, dengan temuan adanya daging yang tidak sehat itu, pemerintah harus segera bertindak cepat. Jangan sampai lepas tangan dan dibiarkan berjualan bebas. Karene daging yang tidak sehat itu, bisa berbahaya bagi kesehatan.
"Padahal kemarin saya lihat berita di TV itu, penjual daging di pasar dekat dengan kota Tuban itu selalu disidak dan diperiksa, tapi kenapa daerah yang pinggiran kok jarang ada pemeriksaan ya. Ada apa dengan pemkab," tuturnya dengan nada kecewa.
Kabag Humas Pemkab Tuban, Teguh Setyobudi saat dikonfirmasi mengenai peredaran daging ayam potong yang tidak sehat dan berada di tingkat pasar kecamatan, pemkab mengelak jika dituding tidak peduli dan tidak melakukan pemeriksaan dengan beredarnya daging tersebut. Bahkan, pemkab terus melakukan pemeriksaan pada sejumlah penjual daging yang berada di pasar. Akan tetapi, untuk pemeriksaan yang berada di pasar kecamatan pinggiran, akan dilakukan oleh UPTD Dinas Kesehatan setempat. Hanya saja saat ini, dinas terkait belum sidak. Sehingga wajar jika masyarakat banyak yang komplain.
"Tapi tidak usah panik, jika masyarakat mengetahui dan menemukan permasalahan seperti itu, segera laporkan ke dinas kesehatan atau UPTD dinas kesehatan terdekat," bebernya.
Lanjut Teguh, jika nanti di lapangan ditemukan penjual yang menjual daging tidak sehat, maka dagangannya itu akan disita. Bahkan, jika pedagang tersebut tetap bandel menjual, maka akan kami seret hukum.
"Karena membahayakan konsumen, bagi pedagang yang ngotot menjual daging tak sehat, kami tak segan akan mempidanakannya,"tutupnya.




