TUBAN (bangsaonline) - Rest area milik pemkab Tuban yang berada di jalan Martadinata sudah dibuka untuk mudik Lebaran. Tempat itu sebelumnya mangkrak dan digunakan untuk berjualan takjil selama Ramadan. Tempat itu akan dibuka untuk peristirahatan pemudik yang melinatas di Tuban.
Kepala Dinas Perekonomian dan Pariwisata Kabupaten Tuban, Farid Ahmadi mengatakan, rest area yang berada dibekas terminal baru tersebut akan dibuka untuk keperluan pemudik lebaran yang melintasi jalur pantura. Ditempat itu, pemkab sudah menyediakan sejumlah fasilitas, diantaranya musala, tempat istirahat, lapak pedagang oleh-oleh khas Tuban dan sejumlah kamar mandi.
“Semua fasilitas sudah kami siapkan untuk pemudik lebaran yang melewati jalur pantura. Reminyabesok (hari ini –red) sudah kita buka,” ungkapnya.
Farid melanjutkan, saat ini Dinas Perekonomian sedang melakukan pendataan pada pedagang yang bakal menempati lapak di rest area. Meski lapak tersebut masih ada yang kosong, namun untuk sementara bisa ditempati oleh pedagang yang lain.
“Baru kita data siapa saja yang menempati lapak di rest area itu agar terlihat ramai. Lapak yang masih kosong bisa ditempati pedagang yang lain,” ujarnya.
Saat ditanya terkait pedagang takjil yang sebelumnya sudah menempati lapak tersebut, Farid tidak ambil pusing untuk memberhentikan para pedagang takjil tersebut. Pasalnya, sebelumnya para pedagang itu sudah melakukan perjanjian, bahwa pada tanggal 25 Juli seluruh pedagng takjil sudah tidak diijinkan berdagang di rest area. Namun untuk yang sudah mendaftar, boleh menmpati rest area itu.
Untuk mendongkrak perekonomian di rest area, pemkab juga menyediakan tenda doom tambahan. Tujuannya untuk memamerkan produk unggulan Tuban mulai pakaian, aneka kerajinan hingga oleh-oleh khas Tuban.
“Tenda doom tersebut sudah ada, namun sayangnya pedagangnya masih minim,” ungkapnya.




