SIDOARJO (bangsaonline) – Sebuah Kereta Api (KA) Inspeksi menabrak sebuah truk crane, di perlintasan Banjarkemantren, Kecamatan Buduran, Rabu (16/7), pukul 23.45 WIB. Akibat kecelakaan maut ini, dua orang meninggal dunia dan tiga orang lainnya luka parah.
Korban meninggal dunia, yakni Rinda Bagus Sujarmanto, (25), warga Candi Sewu Madiun. Rinda merupakan masinis kereta nahas tersebut. sedangkan korban tewas lainnya, Abdul Muchid (26), warga Rembang Jawa Tengah. Saat kejadian, dia mengawal truk crane yang tertabrak kereta itu. Dia pengendara motor Yamaha Vixion yang saat kejadian tergencet truk crane.
Sedangkan korban luka, yakni M Hasan (24), warga Bangil Pasuruan, Debbi Ranto Ardia Putra (24), Jalan Jatisiwur Kecamatan Taman kota Madiun, asisten masinis, dan Hafid (33), petugas pengarah KA. Semua korban sempat dibawa ke RSUD Sidoarjo sesaat usia kejadian kecelakaan di perlintasan KA tersebut.
Kecelakaan maut ini berlangsung sekitar pukul 23.45 WIB. Informasi yang dihimpun HARIAN BANGSA di lokasi kejadian, tabrakan terjadi saat KA melaju dari arah utara menuju selatan, yakni dari arah Sidoarjo menuju ke Surabaya.
Saat tiba di perlintasan kereta, di Desa Banjarkemantren Buduran, tiba-tiba sebuah truk mengangkut alat crane melintas menuju ke arah Jalan Lingkar Timur Sidoarjo. “Braak, lalu terjadi tabrakan,” cetus M Haryono, saksi mata yang saat kejadian berada di lokasi karena kerap mengatur lalu lintas di lokasi tersebut.
“Saat alat berat menyeberang ke arah timur, palang pintu KA yang biasanya tertutup masih tetap terbuka, sehingga alat berat itu tertabrak di bagian depan yang mengakibatkan pengendara sepeda motor juga tergencet alat berat,” cetus Haryono. Kala itu dia sempat mendengar kereta membunyikan klaksonnya.
Kala kejadian, diduga petugas penjaga lintasan terlambat menutup palang pintu. Penjaga perlintasan, Rahman (40), mengaku jika sesuai prosedur, perjalanan KA yang terakhir melintas mestinya pada pukul 23.30 WIB. “Kereta inspeksi memang tidak ada dalam jadwal perjalanan,” bebernya di lokasi kejadian, Kamis dini hari.
Rahman bercerita, saat itu posisi kepala truk belum aman, yaitu berada di lintasan kereta api, mengarah ke Lingkar Timur. "Sebenarnya truk sudah berhenti, tetapi kepalanya masih di atas rel, sehingga dihantam kereta," kata Ruhman.
Kapolres Sidoarjo AKBP Marjuki menyatakan,terjadinya kecelakaan itu diduga karena pihak Stasiun KA Buduran tidak memberitahu ke petugas palang pintu mengenai kereta yang sempat dipakai inspeksi oleh Wamenhub Bambang Susantono ini akan melintas.
Kereta ini, lanjut AKBP Marjuki, merupakan kereta istimewa yang tak masuk jadwal perjalanan kereta. "Keterangan tersebut saya dapat ketika menanyai petugas penjaga pintu perlintasan. Tapi masih harus saya periksa kembali pihak lainnya," cetus terang Marjuki.
Disisi lain, Jenasah Abdul Muchid (26) asal Rembang, Jateng sudah dibawa pulang oleh keluarganya sejak Kamis (17/7) pagi. Korban ini meninggal dunia setelah motor Yamaha Vixion W-6550-XZ yang dikendarai tertimpa crane yang ditabrak KA Inspeksi.



