Joko, salah seorang warga Dusun Sengon, Desa Sambong, Pacitan
PACITAN, BANGSAONLINE.com - Memasuki musim kemarau, bencana kekeringan kembali mengintai warga di Pacitan. Bukan hanya di wilayah pedesaan, kekeringan juga mulai menghantui sebagian warga yang bermukim di wilayah kota.
Menurut Joko, warga Dusun Sengon, Desa Sambong, Kecamatan/Kabupaten Pacitan, sudah sejak lama bencana kekeringan selalu datang saat musim kemarau.
BACA JUGA:
- BPBD Pacitan Imbau Warga Waspada Gempa dan Potensi Tsunami
- Pacitan Berpotensi Gempa Megathrust, ini Penjelasan BMKG
- Tinjau Hasil Rekonstruksi Talud di Pacitan, Gubernur Jatim Disambut Ucapan Terima Kasih dari Warga
- Oknum Anggota Polres Pacitan Diduga Perkosa Tahanan Wanita, Kabid Humas Polda: Sudah Ditahan
"Sebab warga dua dusun, yaitu Dusun Sengon dan Nglaban hanya mengandalkan satu sumber air. Itu pun sangat terbatas. Kalau sudah musim kemarau seperti ini, debit airnya berkurang banyak, dan lama-lama habis," kata Joko, Minggu (28/5).
Joko mengungkapkan, bagi warga yang secara ekonomi mampu, mereka biasanya membeli air dari tangki-tangki milik PDAM. Untuk satu tangki kapasitas 5.000 liter, biasanya dijual seharga Rp 150 ribu.
"Bagi warga yang tidak mampu, ya terpaksa harus ngantre air dari sumber air di Dusun Nglumbu yang jaraknya cukup jauh. Itu pun dalam kapasitas sangat terbatas," bebernya pada pewarta.
Terkait persoalan tersebut, Joko dan warga lainnya berharap agar pemkab bisa segera mengupayakan masuknya jaringan PDAM di desanya. Sebab hanya dengan cara itu krisis air bersih bisa tertangani. "Kalau mengandalkan air tanah jelas tidak memungkinkan," tukasnya. (yun/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




