SURABAYA (bangsaonline) - Rumah milik Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Sumatera Barat AKBP Syamsi yang berada di Perumahan Gunung Sari Indah Blok J no 12A Surabaya dibobol maling. Sejumlah perhiasan dan uang tunai senilai Rp 80 juta yang tersimpan di dalam brangkas diketahui raib, Kamis (10/7).
Dugaan sementara pelakunya adalah Damiyati (40) pembantunya sendiri yang belum genap empat bulan bekerja. Anehnya pelaku tidak menguras seluruh harta benda yang ada di dalam brangkas, melainkan masih ada sebagian perhiasan dan uang yang ditinggalkan.
Menurut keterangan Alfiani Irma, istri AKBP Syamsi, raibnya perhiasan dan uang tunai itu diketahui setelah dirinya pulang usai mengantarkan anaknya daftar sekolah sekitar pukul 07.30 wib. Dia curiga ketika tiba di rumah, terasnya belum dibersihkan oleh pembantunya. Apalagi saat itu pembantunya tidak terlihat lagi di rumah. "Sebelum pulang saya sempat mampir ke pasar untuk belanja. Pas pulang kok halamannya masih kotor. Tak cari pembantu saya juga gak ada," kata wanita berjilbab ini.
Melihat adanya kejanggalan ini, Irma pun segeramengecek seisi rumahnya. Begitu diperiksa, Irma mendapati brangkas yang berada di kamar utamanya dalam keadaan terbuka. Dalam brangkas itu terdapat uang Rp 100 juta, namun yang diambil hanya Rp 50 juta. Lalu ada kalung emas yang dibelinya dari Dubai seberat 50 gram dan gelang emas seberat 30 gram serta beberapa perhiasan lainnya juga ikut dicuri. "Foto kopi KTP pembantu yang saya simpan di brangkas juga diambil. Totalnya sekitar Rp 80 juta," ungkapnya.
Meski tidak memegang kartu identitas pembantunya, namun Irma masih ingat betul di mana alamat pembantunya. Dari data yang dikantongi, Damiyati beralamat di Jl Marsina Kelurahan Sukomoro Kabupaten Nganjuk. Bahkan dia masih menyimpan foto pembantunya saat menggendong anaknya yang masih balita. "Waktu itu dia sempat ngaku masih keponakan kepala desanya. Kita kroscek saja apa betul yang dia ucapkan," bebernya.
Atas kejadian ini, Irma pun langsung melaporkan kasus pencurian di rumahnya ke Polsek Karang Pilang. Ada pun ciri-ciri pembantunya yakni berbadan kurus, muka kusut, rambut suka dikuncir, memakai sandal warna kuning dan membawa tas punggung batik warna-warni. "Tadi sudah saya laporkan ke Polsek Karang Pilang," imbuhnya.
Di tempat berbeda, Kapolsek Karang Pilang AKP Andi Gunawan ketika dikonfirmasi membenarkan adanya laporan pencurian tersebut. Dia mengatakan pihaknya sudah melakukan olah TKP ke rumah korban. Kini anggotanya masih mengejar pelaku yang telah membawa kabur perhiasan dan uang milik korban. "Anggota kami masih melakukan pengejaran. Memang dugaannya dicuri oleh pembantunya," ujar Mantan Kasat Sabhara Polres Sidoarjo ini.



