LAMONGAN (bangsaonline) – RSU dr Soegiri Kabupaten Lamongan terancam kolaps. Ini setelah tagihan Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) yang belum terbayar, mencapai Rp 8, 7 miliar.
Informasi yang dihimpun bangsaonline.com menyebutkan, tunggakan program pemerintah tersebut bisa jadi bakal mengancam kelangsungan rumah sakit milik Pemkab Lamongan itu. Tunggakan Jamkesmas itu belum dibayar oleh pemerintah pusat, mulai tahun 2011 hingga 2013.
Ulum Kasubag Keuangan RS Soegiri Lamongan yang dikonfermasi tidak menampik tingginya tunggakan yang belum terbayar oleh pemerintah pusat. "Jumlahnya mencapai Rp. 8,7 Miliyar,” ungkap Ulum, Sabtu (15/3/2014). Ia menyatakan keterlambatan pembayaran tagihan Jamkesmas itu sangat menganggu kegiatan dan pelayanan di RSU dr Soegiri.
"Terutama soal obat-obatan, kalau tunggakan Jamkesmas ini tidak terbayar akan berat bagi kami. Dan kita telah berulang kali telah menanyakan masalah ini namun tidak mendapatkan penjelasan yang pasti,” tandasnya. Pihaknya berharap pemerintah pusat segera mencairkan tunggakan Jamkesmas yang telah menunggak selama hampir 3 tahun. Kata Ulum, dana itu dibutuhkan untuk operasional rumah sakit, utamanya ketersediaan obat-obatan.
Kasubag Humas Pemkab Lamongan, M Zamroni yang dikonfirmasi bangsaonline.com membenarkan belum jelasnya pencairan tunggakan Jamkesmas oleh pemerintah pusat. "Yang jelas pemkab terus mendorong agar pemerintah pusat sesegera mungkin mencairkan tunggakan tersebut karena sangat memberatkan RSU dr Soegiri,” cetus M Zamroni, Sabtu (15/3/2014). Apalagi dana tersebut akan dipakai sebagai sarana operasional rumah sakit dalam melayani kesehatan masyarakat,tandasnya.




