SURABAYA (bangsaonline) - DCP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menyatakan perolehan suara sementara hasil penghitungan internal, pasangan nomor 2 Capres dan Cawapres Joko Widodo-Jusuf Kalla unggul 61,43 persen, sedangan pasangan nomor 1 Prabowo-Hatta 38,57 persen.
"Kita akan kawal terus sampai rekapitulasi mulai di kelurahan, kecamatan dan kota," kata Ketua DPC PDIP Surabaya Wisnu Sakti Buana, Rabu. (9/7)
Menurut dia, pihaknya sudah mengamakan kartu c1 dan plano di semua tempat pemungutan suara (TPS) di Surabaya dengan cara memfotonya."Nanti kita cocokkan pada melakukan rekapitulasi mulai kelurahan, kecamatan sampai kota. Intruksi ini sudah dilakukan secara Nasional," ujarnya.
Ia mengatakan kemanangan Jokowi di Surabaya karena faktor informasi yang diterima masyarakat. "Artinya masyarakat sudah terbuka dan bisa menyerap informasi di masyarakat," ujarnya.
Ia mengatakan kemenangan Jokowi-JK bisa dilihat pergerakan rakyat ini yang fenomean baru yang menentukan perolehan suara Jokowi-JK. "Saat ini, pihaknya menghimpun data-data c1, setelah buka puasa nanti kita rayakan kemenangan di Taman Bungkul. Kita akan buat deklarasi rakyat," tegasnya.
Wakil Ketua DPC PDIP Surabaya Adi Sutarwijono mengatakan, kemenangan telak pasangan Jokowi – JK terjadi diseluruh kecamatan di Surabaya yang berjumlah 31 kecamatan.
“Berdasarkan laporan kawan-kawan yang ada dilapangan disetiap kecamatan kemenangan Jokowi-JK dari pasangan Capres prabowo-Hatta mencapai selisi antara 15 sampai 20 persen selisinya,” ujarnya. Sembari menjelaskan di kawasan kecamatan dipinggiran surabaya yakni Gunung Anyar pasangan nomor urut dua memperoleh suara 58 persen.
Ketua DPC Gerindra Surabaya Sutadi mengatakan pihaknya belum bisa mempublikasikan hasil yang diperoleh pasangan nomor urut satu. Pasalnya sekarang masih dalam proses rekpulasi. “Kita belum bisa mengespos karena masih kita data dan insyaAllh habis trawe nanti baru selesai,” ujarnya.
Namum mantan Asisten satu Pemkot Surabaya mengakui jika kota pahlawan merupakan kantong basis dari PDI P. “Memang Surabaya ini kantong basisnya PDIP,” pungkasnya.
Cukur Gundul
Di sisi lain, kemenangan pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) versi Quick Count disambut euforia oleh sejumlah elemen pendukung Capres-Cawapres nomor urut 2, termasuk para kelompok relawan sepertiyang dilakukan tokoh Madura sekaligus Ketua Umum Gerakan Rakyat Jawa Timur (GRJ), Mat Mochtar.
Bersama sejumlah pendukungnya, Mat Mochtar melakukan aksi cukur gundul di Posko Pemenangan Jokowi-JK yang juga kediaman Mat Mochtar di Jl Bulak Banteng Kidul. Istimewanya, aksi tersebut juga dihadiri Walikota Surabaya Tri Rismaharini yang secara spontan hadir.
"Saya rela digunduli Bu Wali. Sebab saya sudah bernazar akan menggunduli rambut kalau Jokowi menang di Surabaya. Dan Insya Allah juga menang secara nasional," tegas Mat Mochtar.
Setelah mencukur rambut Mat Mochtar, disusul kemudian dengan beberapa pendukung Jokowi-JK yang juga dicukur gundul rambutnya dengan disaksikan Tri Rismaharini. Kepada sejumlah wartawan yang meliput peristiwa bersejarah itu Risma mengatakan jika kedatangannya kemarin karena memenuhi undangan Mat Mochtar. “Ini semua merupakan hasil kerja keras mereka,” ungkap Tri Rismaharini. “Alhamdulillah di kampung saya tadi juga menang 70 persen,” ucap Risma sumringah.
Terkait kemenangan pasangan Jokowi-JK jika nantinya Risma ditunjuk untuk menjadi menteri, dengan tegas Risma akan menolaknya karena ia masih ingin bekerja dan membangun Surabaya. “Saya di Surabaya saja, jika saya jadi menteri pasti orang Surabaya akan marah, saya ndak mau mengecewakan warga Surabaya,” ungkap Risma.
Pascapilpres Kondusif
Ketua DPRD Surabaya M Machmud berharap, pelaksanaan Pemilihan Presiden 2014 yang diikuti dua pasangan Capres dan Cawapres yakni Prabowo-Hatta dan Joko Widodo-Jusuf Kalla di Kota Pahlawan berlangsung kondusif.
"Tentu saja saya sangat berharap apapun itu hasilnya tidak mengubah rasa persaudaraan. Kita tidak ingin kondisi yang baik ini terluka oleh beda pilihan," kata Machmud didampingi istrinya saat mencoblos TPS 3 RT 5 RW 1 Kelurahan Manukan Kulon.
Politisi asal Partai Demokrat tersebut menginginkan Surabaya bisa menjadi percontohan bagi daerah lain. Utamanya dalam hal kondusifitas terkait coblosan Pilpres 2014. "Sayaberharap daerah lain juga kondusif. Surabaya harus menjadi contoh bagi daerah lain," katanya.



