JOMBANG (BangsaOnline) - Majelis Permusyawaratan Pengasuh Pesantren Indonesia (MP3I), menyerukan agar para elit politik mengutamakan sikap yang bisa menjaga kerukunan dan persatuan bangsa. Hal itu menyusul makin memanasnya situasi menjelang pelaksanaan Pemilu Presiden (Pilpres) 2014 pada Rabu (9/7/2014) hari ini.
Seruan itu disampaikan para pengasuh pesantren di Pesantren Tebuireng Jombang, Selasa (8/8/2014) siang ."Kita semua telah mengetahui bahwa akhir-akhir ini banyak sekali pernyataan dan aksi yang dikeluarkan berbagai pihak yang berpotensi menimbulkan perpecahan bangsa," kata H.Shofiyullah Muzammil, Sekretaris Jenderal MP3I saat membacakan pernyataan sikap MP3I.
Dalam pandangan pengasuh pesantren di Indonesia yang tergabung dalam MP3I, memanasnyasituasi jelang pelaksanaan Pilpres tidak dapat dipungkiri. Beragam isu negatif yang beredar selama masa kampanye hingga H-1 pencoblosan Pilpres berpotensi mengancam keutuhan bangsa. "Pesta demokrasi yang seyogyanya dapat memberikan manfaat buat kita, malah menyebabkan bangsa kita berpotensi terbelah," ujar H. Shofiyullah Muzammil.
Ketua Majelis Pembina MP3I, KH. Salahuddin Wahid mengungkapkan, MP3I sebagai organisasi para pengasuh pesantren, menyerukan agar para elit politik mengutamakan sikap yang bisa menjaga kerukunan dan persatuan bangsa. "Kami mengajak seluruh elemen bangsa, terutama para elite politik untuk bersama-sama menjaga kerukunan dan persatuan bangsa, dengan mengutamakan kepentingan bangsa diatas kepentingan pribadi dan kelompok," tandas Gus Sholah, sapaan akrabnya.
MP3I, juga meminta agar para pemegang bisa berpartisipasi secara baik dalam Pilpres 9 Juli ini untuk memilih calon yang diyakininya masing-masing. "Kami menyerukan kepada pemegang hak pilih untuk menggunakan haknya dengan secara bertanggung jawab. Semua calon adalah
putra-putra terpilih untuk menjadi pemimpin nasional," katanya.
Memanasnya suhu politik jelang pemungutan suara Pilpres juga diakui kalangan pesantren. KH Salahuddin Wahid, selaku pengasuh pesantren berharap seluruh elemen masyarakat tidak memperkeruh suasana. "Kami berharap semua pihak bisa menahan diri, yang terpilih tidak umuk
(sombong), yang tidak terpilih bisa legowo," ujar dia.
Gus Sholah tidak menampik jika dalam beberapa hari terakhir, muncul beragam isu yang menggambarkan betapa gentingnya situasi di seputar pelaksanaan Pilpres. Termasuk, isu yang dihembuskan, "menang atau perang". Namun, menurut dia, isu tersebut tidak perlu ditanggapi serius. "Saya mendapat banyak masukan, tapi saya mendapat penjelasan dari Panglima TNI, Insyaalloh tidak akan terjadi apa-apa," jelasnya.
Ketua MP3I KH Zaim Ahmad Ma'shum menambahkan bahwa MP3I yang semula fokus pada kemandirian ekonomi pesantren merasa perlu menyatakan sikap politik sebagai bagian dari pertanggungjawaban pada masyarakat. "Menyerukan kepada seluruh komponan bangsa dan pada pimpinan partai politik nasional agar berjiwa besar. Siapapun yang terpilih jadi presiden, yang menang adalah bangsa Indonesia," kata pengasuh pondok pesantren Al Hidayah, Lasem, Rembang, Jawa Tengah ini.



