Wasekjen PBNU Serahkan Tropi Mahfud MD kepada Juara LKTI NU

SURABAYA (bangsaonline)-Wakil Sekjen PBNU yang juga Direktur Mahfud MD Institute Drs Masduki Baidlowi MPd, Mantan redaktur opini Jawa Pos Maksum, dan Direktur HARIAN BANGSA HM Mas’ud Adnan, menyerahkan tropi Mahfud MD, kepada pemenang lomba karya tulis NU, dalam acara Peringatan HUT HARIAN BANGSA, di Gedung Jawa Pos, Jl Karah, Surabaya, siang ini.

Wasekjen PBNU yang juga Direktur Mahfud MD Institute Masduki Baedowi menyerahkan kepada pemenang LKTI NU kategori umum. Kategori pelajar diserahkan oleh Direktur HARIAN BANGSA HM Mas’ud Adnan, sedangkan kategori mahasiswa diserahkan oleh Maksum, mantan redaktur opini Jawa Pos.

Direktur Mahduf MD Institute Masduki Baidowi mengatakan, lomba menulis NU ini terlaksana mulanya hasil dari obrolan santai saat dia bertemu dengan Mas’ud Adnan, Direktur HARIAN BANGSA. “Kita berpikir kegiatan ini bagian dari rangkaian hari ulang tahun NU,” ujarnya.

Dengan kegiatan ini, lanjut Masduki, ada peran HARIAN BANGSA bersinergi dengan NU. Ke depan, sinergitas peran ini diharapkan terus berlanjut sehingga mampu memengaruhi kebijakan-kebijakan pemerintah, juga berpengaruh bagi perbaikan kehidupan masyarakat.

Adapun pemenangnya adalah:

Kategori Umum/Wartawan:

a. Juara 1, Ahmad Fauzi, guru SMA A Wahid Hasyim Pesantren Tebuireng Jombang b. Juara 2, Achmad Taufiqil Aziz, Pesantren An-Nuqayah Guluk-Guluk Sumenep c. Juara 3, M Fadjar Shodiq Romadlan, alumnus Pascasarjana FISIP Unair

Kategori Mahasiswa:

a. Juara 1, A’yat Khalili, mahasiswa INSTIKA Sumenep b. Juara 2, Masduri, mahasiswa UIN Sunan Ampel Surabaya c. Juara 3, Ahmad Wasil, mahasiswa STITA Sumenep

Kategori Pelajar:

a. Juara 1, Yekti Indriana Sari, siswa SMA A Wahid Hasyim Pesantren Tebuireng Jombang b. Juara 2, Muhammad Ali Mahfudin, siswa sekolah SMA I Tuban c. Juara 3, Muhammad Yusfansyah Purnama, pelajar MAN Surabaya

Penilaian dewan juri ini didasarkan pada bobot gagasan (30 persen), fakta (20 persen), struktur (20 persen), bahasa (20 persen), dan gaya tulisan (10). “Kalau kategori pelajar kita utamakan bobot gagasan karena mereka kan masih sangat muda dan belum punya pengalaman,” kata Drs Maksum MSi, salah satu juri yang mantan redaktur Opini Jawa Pos.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: