Puluhan Hektare Sawah, Terancam Gagal Panen

Puluhan Hektare Sawah, Terancam Gagal Panen

SIDOARJO (bangsaonline) - Puluhan hektare sawah di Desa Gempol Sari Kecamatan Tanggulangin terancam gagal panen. Padi yang belum lama ditanam oleh petani, tetapidaun dan batang padi batang sudah layu. Selain itu,sebagian tanaman padi menguning. Penyebabnya, resapan air sungai bercampurlumpur panas Lapindo ke sungai melalui lubang cerobong sebelah barat.

Menurut Ansori (51) petani asal Dusun Gempol GuntingRT 15 RW 04 Desa Gempol Sari mengatakan,matinya sebagian tanaman padi miliknya disebabkan adanya resapan air sungai bercampur lumpur lapindo ke area sawah.Sehingga kejadian gagal panen tahun lalu,kini terulangkembali.

"Sebab pipa cerobong dari saluran pembuangan lumpur,terletak disebelah barat tidak ada penutupnya.Memang petani secara swadaya,pernah dua kali melakukan penutupan saluran pipa pembuangan kesungai dengan urukan sirtu.Tetapi secara sengaja dan tidaknya,resapan itu terjadi mengalir kesungai petani kurang tahu pasti.Tahu-tahunya air yang mengalir kesungai,berubah warna hitam dan berbau gas.Sedangkan letak sungai danarea sawah hanya bersebelahan.Soal

kerugian petani atas matinya tanaman padi mencapai bukan puluhan juta melainkan ratusan juta “ ungkapnya dengan sedih, Selasa (08/07) kemarin.

Kepala Desa Gempol Sari Abdul Harismengatakan, matinya tanaman padi milik para petani senjak masa pertumbuhan.Tetapi jika dibiarkan,tanpa adanya penanganan khusus dari pihak terkait.Maka matinya tanaman

padi semakin meluas ke area sawah lainnya.Sebab aliran itu,meresap dibawah tanggul sungai dan mengalir ke area persawahan.

"Kami berharap PemkabSidoarjo,turut campur tangan untuk menangani persoalan yang dihadapi para petani khususnya Dinas Pertanian,"pintanya. ( gus/dar/sho)


Puluhan Hektare Sawah, Terancam Gagal Panen