TUBAN (bangsaonline) - Pemerintah Kabupaten Tuban tahun ini telah menerima jatah 52 orang untuk Calon Pegawai negeri Sipil (CPNS).Jumlah tersebut lebih banyak jika dibandingkan pada tahun sebelumnya yang hanya menerima sebanyak 40 orang.
Menurut data di Kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Tuban, penerimaan CPNS pada tahun 2014 pemkab hanya terima jatah dari pemerintah pusat sebanyak 52 orang. Kuota tersebut akan ditempatkan diberbagai unsur,
“Kalau tahun sebelumnya Tuban mendapat jatah CPNS sebanyak 40 orang, itu pun dari kategori guru. Namun, untuk kali ini Tuban kembali mendapat jatah 52 orang yang diambil dari berbagai unsur, seperti tenaga kesehatan, Admin dan lain sebagianya,” ujar Kabid Pengembangan dan Diklat Pegawai BKD tuban, Suranto Basuki saat ditemui dikantornya, Selasa (8/7).
Menurutnya, kuota penerimaan CPNS sebanyak 52 orang di Tuban sebenarnya masih rendah, jika dilihat dari tingkat kebutuhan pegawai dipemerintah daerah Tuban. Bahkan, jika dibandingkan dengan angka pensiun jumlah tersebut tidak seimbang. Namun keputusan penerimaan CPNS tersebut sudah menjadi keputusan final oleh Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara (Kemenpan) Republik Indonesia. Sehingga jumlah yang disetujui oleh pemerintah pusat, untuk Tuban hanya sebanyak itu.
“Mulai tahun 2013 hingga saat ini, jumlah pegawai yang pensiun pun mencapai kurang lebih 500 orang. Pemda Tuban sebenarnya sudah mengajukan sesuai dengan kebutuhan, tetapi realisasinya yang dibutuhkan hanya 52,” bebernya.
Dijelaskan Suranto, Pemda Tuban hanya menerima kuota sebanyak 52 orang tersebut, lantaran tingkat belanja pegawai daerah yang cukup tinggi. Sehingga penerimaan tersebut disesuaikan pihak kemenpan. “Minimnya jumlah lowongan CPNS di Tuban, diduga masih tingginya belanja daerah. Makanya dari Kemenpan disesuaikan,” sambungnya.
Sementara itu, saat ditanya mulai kapan pendaftaran CPNS di Tuban akan dibuka. BKD belum bisa memastikan, karena masih akan dikoordinasikan dengan pihak terkait. Tetapi rencananya pendaftaran akan dibuka pada bulan juli 2014.
“Untuk pendaftaran, kapan waktu yang jelas kami akan koordinasi dulu. Saat ini yang kami tahu hanya jumlahnya saja,” tuturnya.




