Panwas Dilpori Temuan Beras Bertuliskan La Nyala Mataliti

Panwas Dilpori Temuan Beras Bertuliskan La Nyala Mataliti

SIDOARJO (bangsaonline) - Tim pemenangan Calon Presiden (Capres) Joko Widodo dan Cawapres (Jusuf Kalla) melaporkan temuan beras yang bertuliskan nama La Nyala Mataliti yang beredar di wilayah Sedati dan wilayah lain di Sidoarjo. Laporan tersebut dilayangkan Ketua Tim Pemenangan Jokowi-JK Sidoarjo, Tito Pradopoke Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Jl Pahlawan, Senin (7/7) kemarin.

Dalam laporannya, Tito bersama tim lainnya keberatan jika beras yang beratnya sekitar 2,5 kg itu diedarkan di Desa Pulungan, Kecamatan Sedati karena sama halnya dengan kampanye gelap.

“Kami menilai ini sama halnya dengan kampanye diluar jadwal. Kami ingin Sidoarjo damai. Kalau memang lo jual akan guebeli. Biarlah Pilpres berjalan fair dan murni dipilih dari nurani oleh rakyat,” tutur Bung Tito demikian sapaan akrabnya.

Dari hasil laporan tim pemenangan Jokowi-JKSidoarjo, beras yang beredar juga sudah memasuki wilayah Kecamatan Jabon dan sekitarnya. Ketika disinggung bagaiamana penyuplaian beras ‘politik’ itu Tito mengaku tidak tahu.

“Yang jelas, beras ini kami namakan beras politik karena peredarannya mendekati Pilpres,” ungkapnya.

Sementara itu, anggota Panwaslu Sidoarjo, Berlian Luckytasari, yang dihubungi mengakui mendapat laporan dari tim pemenangan Jokowi-JK terkait beras yang beredar di Desa Pulungan, Sedati. Panwas sendiri sebenarnya sudah menemukan itu, tapi masih belum berani mengatakan jika itu mengandung unsur politik atau kampanye terselubung.

“Nah itu beras zakat atau bagaimana kami masih belum bisa memutuskan. Makanya kami koordinasi dengan stick holder denganb daerah setempat,” tuturnya.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: