Upaya Tingkatkan Volume Perdagangan, Soekarwo Dekati Kadin

Upaya Tingkatkan Volume Perdagangan, Soekarwo Dekati Kadin

SURABAYA (bangsaonline) - Pemprov Jatim terus berupaya meningkatkan perdagangan dan pertumbuhan ekonomi melalui kerjasama dan menjalin komunikasi yang intens dengan kamar dagang provinsi lain, khususnya Indonesia Timur (Intim).

"Tim ekonomi kami, terus bekerja untuk melakukan upaya upaya antar meja dengan pengusaha beserta kadin di seluruh Indonesia guna membahas kerjasama ekonomi dan perdagangan yang bisa segera terjalin dengan Jatim," ujar Gubernur Jawa Timur Soekarwo (Pakde Karwo), saat menghadiri buka puasa bersamadanpemberian santunan kepada ratusan anak Yatim dari berbagai Lembaga Panti Asuhan di Surabaya, di Graha Kadin Jatim Minggu malam.

Kerjasama tersebut diantaranya tukar menukar informasi terkait barang-barang yang siap diperdagangkan sehingga dapat memperkuat perdagangan antar pulau.Ia menyampaikan, pada Januari - Maret 2014 kelebihan transaksi perdagangan Jatim antar pulau mencapai Rp 17,9 Trilliun. Jika ekonomi Indonesia terus stabil diharapkan mampu mencapai surplus perdagangan antar pulau sekitar Rp 78 Trilliun. "Perdagangan antar pulau menjadi mesin penggerak ekonomi yang di dalamnya juga terdapat peran UMKM," tegasnya.

Pakde Karwo juga meyakinkan agar investor tidak ragu menanamkan investasinya di Jatim. Ia menyarankan, agar pengusaha untuk bersinergi dengan UMKM yang ada di Jatim. Kemampuan UMKM saat ini sangat jauh berbeda dibanding tahun sebelumnya. UMKM telah mampu memproduksi dan memasarkan barang lebih bagus dikarenakan packaging atau pengemasan sudah sesuai standart yang berlaku.

Ia meminta kepada kamar dagang dan industri Jatim untuk terus memperkuat pasar

dalam negeri di tengah melemahnya ekonomi dunia dan Indonesia. Sebab, saat ini perdagangan ke luar negeri kondisi pasarnya tidak bagus, cenderung lesu dan sulit untuk melakukan ekspor.

"Kami akan bekerja sama dengan semua laboratorium dan lembaga terhadap berbagai barang impor terkait kualitas barang impor terutama barang berbahaya. Salah satunya, seperti produk holtikultura yang mengandung bahan kimia, barang beracun, mercuri hingga toksin," pungkasnya.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini:Upaya Tingkatkan Volume Perdagangan, Soekarwo Dekati Kadin