Masjid Karomah Winong merupakan masjid peninggalan Kiai Mutamaqin, ulama yang juga warga asli Dusun Winong Desa Sugiharjo, Tuban. Warga setempat menyebutnya Mbah Mutamaqin. Sebelum dipugar oleh warga pada tahun 1977 masehi, masjid Karomah Winong semula hanya sebuah tempat kecil yang dipakai Kiai Mutamaqin untuk beriyadho dan bermunajat kepada Allah SWT.
Kala itu, tempat tersebut hanya berdinding sesek (anyaman bambu) dan beratap jerami. Namun anehnya, bangunan itu ternyata tetap berdiri meski diterjang banjir bandang. Padahal kondisi desa berantakan akibat terjangan air banjir tersebut. Penggalan kisah itulah yang memicu warga sekitar menyebut masjid dengan tambahan kata ‘karomah’.
Selain kisah itu, ada juga sejumlah benda di sekitar masjid yang disebut-sebut peninggalan sang pendiri masjid, Kiai Mutamaqin. Misalnya, sebuah menara dan sebatang pohon sawo kecik, sangat besar ukurannya, yang ditaksir sudah berusia ratusan tahun. Pohon sawo kecik diyakini warga sekitar sudah ada sejak zaman Kiai Mutamaqin.
Ada juga sebuah gentong dan benda persegi terbuat dari kayu seperti nampan yang juga diyakini peninggalan Kiai Muttamaqin. Konon gentong tersebut merupakan tempat menyimpan air untuk kebutuhan Kiai Mutamaqin sehari-harinya.
Selain gentong juga terdapat sebuah benda seperti nampan. Benda tersebut diamini masyarakat sebagai alat yang digunakan disaat menyuguhi para tamunya. Sedangkan di dalam masjid, tersimpan kayu berbentuk lonjong agak bulat,tempat tersebut digunakan Kiai mutamaqin untuk menaruh peci atau baldu.
Selain itu, terdapat sebuah batu kecil dan tumpul yang diyakini digunakan untuk menumbuk. Di sebelah barat masjid terdapat sebuah sungai, menurut ceritanya masyarakat setempat, sungai tersebut merupakan tempat berwudhunya Kiai Muttamaqin.
Sebelum masuk kawasan masjid Karomah Winong disitu pasti akan melewati sebuah gapura. Dimana gapura tersebut merupakan pintu masuk ke arah kawasan tempat pasujudan Kiai Mutamaqin. Menurut cerita masyarakat, dulu saat orang masuk tanpa niat yang baik dan tidak sopan, maka orang tersebut tiba-tiba tidak bisa melihat orang lain.
Takmir Masjid Karomah Winong, H Warsilan kepada Harian BANGSA bercerita, semasa hidupnya Kiai Mutamaqin sepenuhnya hanya mengabdikan diri untuk menyebarkan agama Islam didaerahnya. Konon Kiai Mutamaqin saat mudanya dulu pernah nyantri di di Sayyid Assyari sekarang Sunan Bejagung Lor. Hingga sampai dipinang menjadi menantunya.
Selama menyebarkan agama Islam, Kiai Mutamaqin selalu berpindah tempat. Jika tempat tersebut dalam penyebarannya dianggap sudah berhasil, maka akan berpindah tempat. Seperti halnya sumur tua di Kuthi Desa Sumurgung, Kecamatan Tuban banyak yang meyakini bahwa sumur itu juga peninggalan kiai Mutamaqin.
“Yai Muttamaqin katanya mbah buyut saya dulu, orangnya itu suka mengembara. Kemana-mana selalu menyebarkan agama islam, dan selalu berpindah-pindah tempat tujuan menyebarkan agama Islam,” beber H Warsilam.
Kiai Mutamaqin juga selalu berpegang teguh pada prinsip dan kepribadian tentang aqidah ajaran agama islam. Sosoknya juga alim, terbuka dan berani. Tidak hanya itu, Kiai Mutamaqin juga termasuk orang yang luwes dan kuat menahan hawa nafsu. Selama perjalanan pengembaraannya dalam menyebarkan agama Islam, akhirnya Kiai Mutamaqin menetap di Desa Cebolek, Kajen, Pati Jawa Tengah.
“Makam Kiai Mutamqin tidak di Winong, namun berada di Kajen, Pati. Setiap tahunnya selalu diadakan acara Haul untuk Kiai Mutamaqin. Tepatnya pada bulan suro, mulai tanggal bulan 7 diadakan tahtimul Qur’an dan tanggal 10 acara puncaknya Haul. Setiap Haul, warga Winong ini juga berzaiarh ke makam Kiai Mutamaqin. Di sana makamnya Kiai Mutamaqin bersanding dengan makamnya mbah Syamsuddin,” tutur Warsilan, pria asli kelahiran Dukuh Winong ini.
Kiai Mutamaqin merupakan warga asli penduduk Winong, Desa Sugiharjo, Tuban. Masyarakat biasa memanggilnya dengan sebutan mbah Mutamaqin. Kata sebagian ulama yang pernah datang ke masjid karomah Winong ini menyampaikan, mbah Mutamaqin masih keturunan kebangsaan Jawa yang masih garis dengan Raden Patah (Kesultanan Demak), yang berasal dari kesultanan Trenggono.
Sultan Trenggono telah mengawinkan salah satu putrinya dengan Jaka Tingkir (Sultan Hadiningkrat) yang mempunyai putra bernama pangeran sambo (Raden Sumohadinegoro) yang menurunkan putra Kiai Mutamaqin. Sedangkan dari jalur ibu, Kiai Muttamaqin masih keturunan dari Syaid Ali Akbar dari Desa Bejagung, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban. Syaid Ali Akbar mempunyai seorang putra bernama Raden Tanu. Selanjutnya Raden Tanu mempunyai seorang putri. Putri tersebutlah yang menjadi ibunya Kiai Mutamaqin.
Aman (39) pengurus masjid lainnya megungkapkan, kegiatan di masjid Karomah Winong tersebut saat hari biasa hanya ada aktifitas mengaji para ibu-ibu warga setempat. Selain itu, ada pula kegiatan dziba'an setiap seminggu sekali. Untuk setiap sore harinya ada kegiatan mengngaji al qur'an dan tajwid untuk anak-anak penduduk setempat.
Sedangkan saat bulan ramdhan, pengurus bersama warga lainnya telah mengadakan kegiatan tadarus siang dan malam, istighosah dan kerja bakti karena saat ini sedang proses pengembangan. “Sejak dulu pugaran yang pertama tahun 1977 dan baru kali ini mau ada pengembangan karena akan dibuat TPA, dan rencana juga akan mempugar bangunan masjid ini,” sambungnya.
Untuk jama’ah dimasjid tersebut terhitung banyak. Apalagi pada saat shalat jum’ah dan sholat hari raya, bahkan sampai tidak muat didalam dan halaman masjid. Tidak hanya itu, tamu dari luar daerah juga banyak yang berdatangan ke masjid tua ini.Mereka datang ke masjid Winong tersebut, lantaran untuk berriyadho. “Banyak tamu yang datang ke masjid ini untuk beriyadho, karenatempatnya yang sepi,” tutur pria asli kelahiran Tuban ini.
Ia menambahkan, jamaah yang datang ke masjid tersebut tidak hanya lokal Tuban saja. Namun, daerah surabaya, Gersik, Lamongan, Bojonegoro, Rembang, dan Pati juga datang untuk melakukan riyadho.
“Rata-rata mereka datang ke sini, setelah berziarah di Tuban, terus singgah di Masjid Winong ini. Selain itu, di masjid ini juga sering digunakan tasyakuran masyarakat. Karena mempunyai nadzar, dan nadzarnya tersebut ternyata terkabulkan,” bebernya.



