Debu Jalan Betoyo-Pecuk Manyar Akibatkan Aktivitas Perekonomian Warga Lumpuh

GRESIK, BANGSAONLINE.com - Dampak debu di jalan Desa Betoyo-Pecuk Kecamatan Manyar Kabupaten Gresik, ternyata tidak hanya merugikan para pengguna jalan saja. Namun, juga dirasakan warga di sekitar jalan tersebut. Aktivitas perekonomian warga di sekitar jalan tersebut ikut lumpuh.

Untuk pengguna jalan, mereka rentan terkena ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Atas). Sedangkan warga yang memiliki usaha, baik berupa toko, warung makan, warung kopi, penjual buah, nener, mebeler, dan lainnya di sekitar jalan itu, terpaksa harus menutup usaha mereka.

"Gak ada yang beli mas, takut kena debu," kata Ida, salah satu pemilik warung di sekitar jalan Betoyo-Pecuk kepada BANGSAONLINE.com, Minggu (5/3).

Senada juga dikatakan Sukarno, penjual nener (bibit ikan). Kata dia, dampak dari debu jalan Betoyo-Pecuk membuat nenernya tidak laku. "Tidak ada yang mau beli. Mungkin takut kena debu," tuturnya.

Bahkan, lanjut Sukarno, beberapa pemilik usaha terpaksa merumahkan pegawainya untuk sementara waktu.

"Kondisi ini mengakibatkan para pengusaha di jalan Betoyo-Pecuk menderita kerugian sangat besar. Secara hitungan kasar dalam jangka dua bulan pasca adanya debu jalan Betoyo-Pecuk, kerugian yang diderita pengusaha mencapai ratusan juta, bahkan kalau ditotal bisa mencapai miliaran rupiah," ungkapnya.

Untuk itu, Sukarno berharap pemerintah tidak membiarkan kondisi tersebut terus berlarut. "Sebagai orang kecil, kami berharap pemerintah secepatnya mengaspal jalan Betoyo-Pecuk agar tidak kembali berdebu," harapnya.

Saat ini, Sukarno mengaku kelabakan mengatasi kebutuhan keluarganya se-hari-hari. Sebab, pasca usaha jual nenernya tak laku akibat debu, ekonominya mulai terseok-seok.

"Saya tidak bisa berpikir jernih lagi. Pusing mas, di saat ekonomi sulit ini kami dihadapkan situasi sulit tidak bisa berjualan nener akibat debu," terangnya.

"Parahnya lagi, nener kami mati semua karena terkena debu, sehingga membuat kerugian kami makin besar," pungkasnya.

DPU TR (Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang) Pemkab Gresik tidak bisa berbuat banyak atas kondisi jalan Betoyo-Pecuk Kecamatan Manyar sepanjang 15 km yang berdebu tebal. Sebab, untuk perbaikan jalan tersebut menjadi wewenang pemerintah pusat.

"Perbaikan jalan tersebut menjadi wewenang pemerintah pusat," kata Kepala DPU TR Pemkab Gresik Ir. Bambang Isdianto kepada BANGSAONLINE.com.

Namun demikian, tambah Bambang, pihaknya terus berupaya maksimal untuk meminta pemerintah berwenang segera memerbaiki jalan tersebut. "Saat ini dalam tahap lelang kedua. Setelah lelang, jalan Betoyo-Manyar akan diaspal," pungkasnya. (hud/rev)


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: