
MOJOKERTO (bangsaonline) - Upaya Wali Kota Mojokerto Mas'ud Yunus mendongkrak kualitas pendidikan di wilayahnya melalui peningkatan sarana prasarana sekolah, akan menemui kendala. Program perbaikan gedung sekolah rusak sebesar Rp 10 miliar yang digelontor Dirjen Pendidikan Menengah sejak akhir tahun lalu, terancam tak bisa terserap tahun ini.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) setempat balik menuding pemerintah pusat biang keladi keterlambatan penyampaian petunjuk teknis (juknis) Dana Alokasi Khusus (DAK). Padahal, pendidikan menjadi visi-misi utama kepala daerah yang baru tujuh bulan menjabat ini.
"Dananya memang masuk Nopember 2013, tapi juknisnya baru turun Maret lalu. Selama masa tunggu aturan, dana kita masukan pos rehab di DPPKA, tapi ternyata prioritas DAK ini adalah untuk pengadaan buku," kata Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas P dan K, Achmad Aris, Kamis (3/7).
Karena salah persepsi, Dinas P dan K tak bisa mencairkan dana ini. "Juknisnya diutamakan untuk pengadaan buku, baru sisanya dialokasikan ke sasaran rehab ruang kelas beserta perabot dan pembangunan ruang kelas baru (RKB). Dan nanti diserap untuk pembelian buku semester 2 sekitar Juli," paparnya.
Pihak Dinas P dan K juga tidak bisa memberi kepastian mengenai penyerapan dana rehab karena kuatir pelaksanaannya molor dari jadwal. "Anggaran rehab juga belum bisa kita serap tahun ini, karena belum ada perencanaan pembagian prosentase buku dan proyek fisik. Berapa persen untuk rehab dan berapa persen untuk buku," keluhnya.
Kegamangan Dinas P dan K merealisasi sejumlah proyek pendidikan dipastikan akan berimbas terhadap program Wali Kota Mas'ud Yunus. Walikota yang mempunyai basic ulama ini mempunyai komitmen kuat memajukan pendidikan di wilayahnya. Jika tak terserap, keadaan ini membuat peningkatan kuantitas pendidikan yang dicanangkan melalui program sehat, cerdas, sejahtera dan bermoral tak terwujud tapi dikhawatirkan mengancam keselamatan jiwa para siswa.
Puluhan gedung sekolah mulai dari SD hingga SMA mengalami kerusakan beragam, mulai dari tingkat ringan sampai berat. Gedung SDN Meri, terasnya sampai harus disanggah dengan bambu agar tidak ambruk.
Kerusakan infrastruktur parah juga dialami SDN Surodinawan yang mengalami patah pada bagian atap. Jika proyek macam ini terabaikan maka tidak hanya mengganggu kuantitas pendidikan tapi juga keselamatan siswa itu sendiri.
Wali Kota Masud Yunus mengatakan, pihaknya akan mengutamakan peningkatan standart pendidikan untuk menyikapi persoalan minimnya sumber daya alam di wilayahnya. "Pendidikan gratis hingga SMA hingga peningkatan mutu pendidikan menjadi prioritas kita," pungkasnya.



