Menteri PUPR Pantau Progres Pembangunan Tol di Ngawi, Pastikan Bisa Digunakan Mudik Lebaran

NGAWI, BANGSAONLINE.com - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengunjungi Kabupaten Ngawi, Senin (20/02). Kedatangannya untuk melihat secara langsung progres pembangunan proyek nasional jalan tol Solo-Kertosono di wilayah Ngawi, tepatnya di desa Klitik, kecamatan Geneng.

Dalam kesempatan itu, Basuki melihat secara langsung bagaimana proses pembangunan proyek jalan tol yang merupakan bagian dari jalan tol trans Jawa itu. Sekadar diketahui, proyek nasional ini telah dirintis sejak delapan tahun lalu, tepatnya tahun 2008.

Dalam inspeksinya itu, Basuki mengungkapkan bawa ruas tol Solo-Ngawi dengan total panjang 90,25 kilometer ditargetkan bisa rampung Juni mendatang sehingga dapat dimanfaatkan untuk mudik.

"Target operasi dari Trans Jawa tetap 2018, cuma secara fungsional dapat dimanfaatkan untuk mudik lebaran mendatang. Saya yakin sudah bisa dilalui seperti Kartosuro-Ngawi bisa menghindari Kota Solo sehingga truk dan lainnya bisa dialihkan," jelas Basuki pada wartawan, Senin (20/02).

Dalam keterangannya, Basuki mengungkapkan bahwa titik tol Ngawi-Kertosono bisa menghindari 9 simpang sebidang dengan lintasan kereta api. Untuk sekarang ini, 6 simpang sudah terselesaikan.

"Dalam pembangunan jalan tol tersebut menggunakan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Di mana pemerintah memberikan porsi dukungan konstruksi untuk meningkatkan kelayakan finansial ruas tol ini melalui pembangunan konstruksi Solo-Karanganyar sepanjang 20,9 km, dan sisanya sepanjang 69,35 km dilaksanakan oleh PT Solo Ngawi Jaya (PT SNJ)," terangnya.

Lanjut Basuki, data per 9 Desember 2016 lalu, konstruksinya sudah mencapai 90,02 persen dan pembebasan lahannya mencapai 98,98 persen. Untuk sisa pekerjaan di bawah PT SNJ terdiri dari 2 paket, yakni paket 1 antara Karanganyar-Mantingan dengan panjang 35,15 kilometer. Di lokasi ini, konstruksinya mencapai 65,95 persen dengan total pembebasan lahan baru mencapai 91,40 persen.

Sedangkan tahap 2 untuk Mantingan-Ngawi sepanjang 34,02 kilometer, dengan progres pekerjaan konstruksi mencapai 39,17 persen dengan status pembebasan lahan mencapai 91,70 persen.

Terkait hal tersebut David Wijayanto Direktur Utama (Dirut) PT SNJ menargetkan sampai Juni 2017 seluruh pekerjaan konstruksi bisa rampung dan difungsikan sebagai jalur mudik.

“Kalau bicara target penuh tetap Oktober 2017. Tetapi untuk Juni nanti semua konstruksi bisa diselesaikan dan dimanfaatkan sebagai jalur mudik tanpa membayar atau digratiskan,” terang David Wijayanto Dirut PT SNJ.

Dijelaskan David, ssaat ini untuk ruas tol Solo-Ngawi masih menyisakan 56 hektar lahan yang belum dibebaskan. Seluas 16 hektar di antaranya berada di lokasi yang dibangun oleh pemerintah, sedangkan sisanya seluas 40 hektar berada pada ruas yang dikerjakan PT SNJ.

"Dari Karanganyar hingga Ngawi terdapat 58 overpass yang keseluruhannya membutuhkan penambahan lahan. Sedangkan untuk wilayah Nganjuk yang progres pembangunannya lambat disebabkan banyak faktor yang memang belum terselesaikan. Pembebasan lahan salah satunya," pungkasnya. (nal/rev)


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: