Atasi Kelangkaan, Pemkab Cilacap Canangkan Kampung Cabai Inovatif

CILACAP, BANGSAONLINE.com - Pemerintah Kabupaten Cilacap mendorong terbentuknya Kampung Cabai Inovatif. Langkah ini sebagai salah satu upaya untuk mengatasi kelangkaan cabai, yang berakibat tingginya harga komoditas tersebut.

Kepala Bagian Humas Setda Cilacap, Taryo menjelaskan (17/1), pembentukan Kampung Cabai Inovatif merupakan salah satu hasil pembahasan dalam rapat koordinasi TPID. Selain itu, ada beberapa program lain juga akan dicanangkan untuk mendukung pembentukan Kampung Cabai Inovatif. Antara lain Gerakan Menanam Cabai, serta Lomba Desa Mandiri Cabai.

"Sasaran kegiatan ini yaitu ibu rumah tangga, Tim Penggerak PKK, Kelompok Wanita Tani, termasuk seluruh PNS di jajaran Pemkab Cilacap. Sehingga saat membutuhkan cabai, mereka tidak perlu membeli karena telah memiliki persediaan cabai di pekarangan rumahnya," ujar Tarjo.

Tidak hanya memberdayakan ibu rumah tangga dan potensi masyarakat lainnya, Pemkab Cilacap melalui Dinas Pangan dan Perkebunan Kabupaten Cilacap akan membina para petani cabai. Pembinaan dilakukan melalui sosialisasi budidaya cabai yang baik untuk meningkatkan produksi, serta sistem pemasaran pasca panen untuk memangkas rantai distribusi.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap, Gunawan, melalui Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Holtikultura, Bambang Setiawan menjelaskan luas lahan tanaman cabai seluas 365 hektar.

Rencananya pada tahun 2017, luasan tersebut akan ditingkatkan menjadi 510 hektar. Adapun produksi cabai di Cilacap pada tahun 2016 mencapai 2 ribu ton. Namun disayangkan sebagian besar cabai Cilacap dijual di luar kabupaten. Sedangkan di Kabupaten Cilacap sendiri, kebanyakan cabai yang dijual di pasar tradisional dipasok dari daerah Jawa Timur. (bym1/rev)


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini:Atasi Kelangkaan, Pemkab Cilacap Canangkan Kampung Cabai Inovatif