Petani Sekitar Ladang Migas Bojonegoro Mulai Panen Padi

BOJONEGORO (bangsaonline) - Para petani di sekitar ladang minyak dan gas bumi (Migas) Banyu Urip, Blok Cepu, Bojonegoro mulai panen padi. Hasil panen padi pertama pada tahun ini dirasakan cukup berhasil dibanding tahun sebelumnya.

Tanaman padi di Desa Bonorejo dan Mojodelik, Kecamatan Gayam, misalnya, sudah tampak menguning dan sebagian sudah ada yang dipanen. Bulir padinya mentes. Tanaman padi yang mulai panen ini berada dekat dengan lokasi proyek minyak Banyu Urip, Blok Cepu di Bojonegoro. Sebagian petani juga ada yang menebas atau menjual kepada tengkulak.

Sutar (45), petani di Desa Bonorejo mengatakan, tanaman padinya sudah berumur 90 hari dan sudah saatnya dipanen. Tanaman padi seluas seperempat hektare itu menghasilkan gabah sebanyak 14 kuintal.
"Ini panen padi pertama dan hasilnya bagus karena tidak terserang hama wereng atau potong leher," ujar Sutar sambil memotong batang padi, Jumat, (14/3/2014).

Sutar tidak menjual hasil panen padi pertama ini. Ia memilih menyimpan gabah hasil panen untuk cadangan pangan pada saat musim kemarau mendatang. Selain itu, harga jual gabah saat ini juga kurang menguntungkan yakni hanya sekitar Rp 3.200 per kilogramnya.

Padahal sebelumnya harga jual gabah basah mencapai Rp 3.400 per kilogram. "Biasa kalau saat musim panen harga gabah cenderung turun. Ya lebih baik gabah disimpan untuk cadangan sendiri," ujarnya.

Petani lainnya di Desa Bonorejo yakni Asih (40), juga sudah memanen padi. Ia mendapatkan hasil gabah sebanyak 14 kuintal dari lahan sawah seluas seperempat hektare. "Hasil panen padi pada panen pertama ini cukup bagus," ujarnya sambil menjemur padi di halaman rumahnya.

Asih menuturkan, gabah hasil panen pertama biasanya memang disimpan untuk kebutuhan sendiri. Namun, kata dia, gabah hasil panen yang kedua biasanya dijual. "Setelah panen pertama, saya langsung tanam lagi benih padi di sawah," ujarnya.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: