BOJONEGORO (BangsaOnline) - Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Angling Dharma (AD), kembali menggelar demo di Kejaksaan Negeri (Kejari) Bojonegoro. Demo LSM AD itu sama seperti demo yang dilakukan beberapa waktu lalu, yakni mendesak Kejari untuk menuntaskan kasus korupsi di Bojonegoro, Rabu (25/6/2014).
Ketua LSM AD, Nasir dalam orasinya mengatakan jika pihaknya akan mengawal
sampai tuntas kasus korupsi yang telah terjadi, salah satunya kasus korupsi
Bimbingan Tekhnis (Bimtek) tahun 2012 dan Sosialisasi Undang-undang dengan
total Rp8,7 miliar.
"Saya tidak ingin masyarakat menjadi korban, saya tidak ingin Kejari hanya
umbar janji untuk menyelesaikan kasus tetapi tidak ada realisasi sama
sekali," ujar Nasir di depan kantor Kejari Bojonegoro.
Ia menuding kejaksaan tidak konsisten dalam menangani kasus Bimtek ini. Menurut
dia, penegakan supermasi hukum khususnya pemberantasan tindak pidana korupsi
Bimtek 2012 masyarakat Bojonegoro perlu tahu. "Sudah jelas bahwa keputusan
pimpinan DPRD Bojonegoro adalah kolektif kolegial, jadi aneh sekali jika hanya
satu pimpinan (mantan wakil ketua DPRD, Abdul Wakhid,red) yang ditahan,"
katanya.
Sementara itu, Kasi Pidsus Kejari Bojonegoro, Daniel Pananangan saat menemui
pendemo menyampaikan terima kasih dan mendukung niat baik LSM AD untuk
memberantas pelaku korupsi di Bojonegoro. "Kami dari awal sudah berusaha
dengan keras untuk mengungkap pelaku-pelaku korupsi di Bojonegoro, khususnya
Bimtek ini," tegasnya.
Daniel meminta massa dari AD untuk bersabar dan menunggu sampai waktu yang
tepat untuk menentukan tersangka korupsi Bimtek. Sebab, dalam menetapkan pelaku
korupsi ini harus melalui tahapan-tahapan yang panjang. "Oleh karena itu,
masyarakat Bojonegoro, khususnya dari LSM AD ini untuk bersabar, pasti akan
kita ungkap pelakunya," tandasnya.
Sekitar 30 massa LSM AD itu datang di Kejari sekitar pukul 09.30 Wib dengan
menggunakan sepeda motor dan dua mobil. Massa kemudian memadati Jalan Kartini
atau depan Kejari. Selain berorasi mereka juga membawa sejumlah poster yang
berisi desakan kepada Kejari untuk segera mengusut kasus korupsi Bimtek 2012.
Massa juga memberikan kenang-kenangan berupa BH kepada petugas Kejari.
"Kenapa kita menghadiahi BH, karena jangan sampai semua yang ada di dalam
kantor kejari ini seperti seorang wanita yang tidak tegas dalam menyelesaikan
masalah," pungkas Nasir sebelum mengahiri aksinya.




