BOJONEGORO (bangsaonline) - Para petani di sejumlah Kecamatan di Bojonegoro mengeluhkan banyaknya hama wereng yang menyerang tanaman padi mereka. Hama wereng muncul semenjak seminggu terakhir. Para petani di Desa Temu Kecamatan Kanor misalnya, setiap hari petani melakukan pencegahan wereng dengan menyemprotkan pestisida ke tanaman mereka. Namun, wereng masih saja banyak ditemukan di tanaman padi.
Abdul Rokim (43), salah satu petani mengungkapkan jika hama wereng itu sulit untuk dibasmi. Sebab, hewan kecil itu tidak menempel di daun padi, melainkan berada di dalam batang padi. Selain itu, perkembang biakan wereng juga sangat cepat.
"Setiap pagi saya lakukan penyemprotan, habis disemprot banyak wereng yang mati, tetapi sore harinya sudah banyak lagi. Susah sekali membasmi hama wereng ini,” keluhnya, Selasa (24/6/2014).
Efek dari hama wereng tersebut, tanaman padi yang semula subur akan layu dan daunnya berubah menjadi kuning, selanjutnya padi tersebut mati. Dia mengaku sudah mencoba menyemprot dengan berbagai jenis obat-obatan hama dengan harga antara Rp 50-120.000. Namun, wereng itu masih saja muncul. "Tahun ini bertanam padi sulit sekali, kalau siang diserang hama wereng, kalau malam diserang tikus,” imbuhnya.
Senada diungkapkan Kadir (52), petani di Desa Simorejo Kecamatan Kanor, ia mengeluhkan banyaknya hama wereng yang menyerang tanaman padinya yang baru berumur 15 hari. Tanaman padinya terlihat berwarna kuning dan layu akibat batangnya digregoti wereng.
Meski para petani resah dengan munculnya hama wereng itu, namun mereka mengaku belum mendapat penyuluhan maupun tindakan dari dinas terkait, dalam hal ini Dinas Pertanian baik dari Kecamatan maupun Kabupaten. "Saya harap pemerintah tahu dengan masalah ini, bahkan membantu memberikan obat-obatan untuk membasmi wereng ini,” ucapnya.
Sementara itu, Sukur (61), petani di Desa Pomahan Kecamatan Baureno, Bojonegoro juga mengaku pusing dengan banyak hama wereng yang menyerang tanaman padinya. "Saya melakukan penyemprotan terhitung sebanyak 6 kali, tetapi werengnya masih selalu muncul. Pokoknya kalau 2 hari tidak disemprot, maka tanaman langsung berwarna kuning kemudian mati,” kata Sukur yang tanaman padinya berumur 13 hari.
Terpisah, Kepala Dinas Pertanian Bojonegoro Ahmad Djupari mengatakan jika beberapa kecamatan yang sudah terserang hama wereng diantaranya, Kecamatan Kapas 130 ha, Bojonegoro 230 ha, Balen 4 ha, Dander 410 ha dan Padangan 13,5 ha. "Untuk Kecamatan Kanor sekitar 700 ha, sedangkan Baureno 350 ha,” ujarnya.
Ia mengaku akan segera memberikan penyuluhan kepada para petani di Bojonegoro, selain itu akan melakukan penyemprotan secara masal tiap desa agar wereng yang ada langsung mati. "Teorinya membasmi wereng itu salah satunya dengan menyemprot secara masal, tetapi kalau nyemprotnya hanya satu atau dua petak saja, maka wereng dari sawah yang lain akan datang lagi,” jelasnya.




