SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Sejumlah Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Kabupaten Sidoarjo dinilai masih membutuhkan perhatian pihak terkait. Beberapa MI diketahui masih belum memiliki ruang kelas memadai dibandingkan jumlah siswa yang ada.
Temuan ini terungkap kala anggota DPRD Jatim asal Dapil I (Sidoarjo-Surabaya) HM Ka'bil Mubarok menggelar reses, di tiga lokasi di Kabupaten Sidoarjo, yakni RA Asasul Huda di Desa Kepuh Kemiri, Tulangan; di Kantor MWC Prambon; dan di Panti Asuhan Baitul Salam di Desa Ketimang, Wonoayu, Senin (21/11).
Kata Ka'bil Mubarok, beberapa MI tersebut, di bawah naungan Maarif NU dinilai masih butuh perhatian, yakni membutuhkan ruang kelas baru (RKB) karena potensi siswanya lumayan besar.
"Beberapa MI masih butuh perhatian karena masih membutuhkan ruang kelas memadai untuk siswanya," cetus politisi PKB ini, Selasa (22/11).
Temuan itu, kata Ka'bil Mubarok, bakal menjadi perhatian bagi dirinya selaku anggota legislatif untuk diteruskan ke Pemprov Jatim dan dikoordinasikan ke Pemkab Sidoarjo, meski diakuinya saat ini juga sudah ada anggaran melalui dana block grant. "Kami akan tindaklanjuti temuan-temuan ini," tandas anggota Komisi B DPRD Jatim ini.
Meski demikian, kala reses, politisi yang juga Ketua DKW Garda Bangsa Jatim ini juga menemukan sebuah MI di Desa Ketimang Kecamatan Wonoayu yang bisa dijadikan percontohan karena sejak empat tahun lalu, telah menggratiskan uang SPP dan uang seragam bagi semua siswanya.
"Kenapa ini tidak dijadikan contoh bagi Madrasah lainnya dengan catatan ada kebutuhan lain yang ditanggung oleh Pemkab melalui misalnya ada dana sharing sehingga semua MI di Sidoarjo bisa gratis," pungkasnya. (sta)




