Pedagang Pasar Semampir Probolinggo Dipungli Oknum Petugas

PROBOLINGGO (Bangsaonline) - Puluhan pedagang Pasar Semampir melakukan protes dengan mendatangi kantor Kepala Pasar setempat. Selain mempertanyakan uang yang mereka setorkan ke oknum pasar, mereka menuntut agar kepala pasar berlaku adil. Pasalnya, banyak pedagang lama yang justru tak diberikan tempat atau bedak untuk berjualan.


Ironisnya, selain tak diberikan bedak, mereka justru dipungli oleh beberapa oknum petugas pasar. Tarikan yang dipungli kepada para pedagang juga bervariatif mulai dari Rp 5 juta hingga Rp 1.250.000,-.

Salah satu pedagang, Ny Ulfa Maria mengaku menyetorkan sejumlah uang kepada salah satu oknum petugas pasar yang biasa menarik ritribusi karcis yang bernama Aziz. Uang yang diminta yakni sebesar Rp 5 juta dengan dalih sebagai uang pengurusan ijin menempati bedak kepada pihak Dispenda.


“Saya sudah menyetorkan uang 5 juta kepada Aziz. Meski sudah memberikan uang, saya masih belum mendapatkan bedak di sini. Padahal, kami sudah menempati pasar ini sudah puluhan tahun sebelum dibangun kayak sekarang,” ujar Ny Ulfa polos.

Padagang yang berjualan sayuran ini terpaksa membangun sendiri bedak dari kayu seadanya. Meski demikian, dirinya mengaku tiap bulannya tetap membayar retribusi kepada pihak pasar sebesar Rp 58 ribu. “Kami selalu rutin tiap bulan bayar retribusi kepada pihak pasar,” terangnya.

Tak hanya Ny Ulfa, pedagang lain Umi mengaku juga telah menyetorkan uang sebesar Rp 1.250.000,- kepada oknum pasar bernama Mulyadi. Tak hanya dirinya, Umi mengaku juga banyak pedagang lain yang juga membayar uang yang sama kepada Mulyadi.

“Kami sudah mengantongi ijin mas. Namun, juga belum mendapatkan tempat disini. Karenanya, kami berharap agar masalah ini dapat diselesaikan secara adil. Kasihan banyak pedagang yang dibuat mainan oleh oknum pasar,” tegasnya.
Kepala Pasar Semampir, Shemy saat dikonfirmasi berdalih jika kisruh yang terjadi di Pasar Semampir tersebut disebabkan dengan rencana pihak pasar yang bakal menerapkan zona-zona atau wilayah. Menurutnya, rencananya para pedagang sayur akan ditempatkan dilantai atas.

 â€śMereka bukan tidak mendapatkan tempat. Tetapi, mereka pedagang sayur itu kita pindah ke lantai atas. Mungkin, ini penolakan mereka karena tak mau dipindah ke atas,” dalihnya.
Ditanya soal tarikan uang, Shemy membantah jika pihaknya melakukan tarikan uang bedah atau ijin. Menurutnya, soal tarikan itu adalah bagian dari masa lalu. “Itu masa lalu. Bahkan, uang itu bukan ke staf saya, tetapi mereka setorkan kepada mafia-mafia pasar,” bantahnya.

Bupati Tantriana Sari SE saat dikonfirmasi mengatakan akan melakukan kroscek ke lapangan. Menurutnya, pembagian bedak yang dilakukan Pemda wajar jika ada sebagian riak-riak kecil atau ada yang tidak terpuaskan.

 â€śYang perlu digarisbawahi, Pemda ingin menghapus raja-raja bedak di pasar itu. Namun, apabila pungli itu ada, kami akan memberikan teguran kepada oknum pasar terkait,” tegasnya.