Pondasi Ambles, Rumah Warga Tulangan di Bantaran Sungai Retak

Pondasi Ambles, Rumah Warga Tulangan di Bantaran Sungai Retak

SIDOARJO (bangsaonline) - Warga yang bermukim dibantaran sungai Kedunguling Desa Kemantren Kecamatan Tulangan Minggu (15/6), merasa was-was dan khawatir rumah yang ditempatinya terkena longsor. Karenakan rumah yang ditempati warga, tanahnya terletak dibelakang rumah tergerus arus air sungai. Akibatnya tembok mengalami retak-retak dan pondasi ambles.

Kerusakan bangunan rumah milik warga dan longsornyatanah, sudah hampir 5 tahun. Namun hingga kini, belum ada penanganan serius dari intansi terkait dari Kabupaten Sidoarjo.

Bambang Sugeng Kepala Desa Kemantren mengatakan, lebar sungai utama Kedungulingmencapai 10 meter dan memiliki kedalaman 5 meter itu. Kondisinyasaat ini cukup memperihatinkan, karena tanah dibelakang rumah warga tidak memiliki tanggul tergerus air dan mengalami longsor.

Rumah warga yang bertempat tinggal yang tak jauh dari lokasi, juga mengalami retak-retak pada bagian dinding dan pondasinya. “Kami berharap Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, lebih serius untuk menanganinya. Sebab pengajuan-pengajuan program bantuan pembangunan berupa plengsengan, melalui Musrenbang maupun proposalbelum ada realisasinya sampai sekarang,”ungkapnya.

Dia menambahkan pihak desa dengan warga secara swadaya melakukan pembangunan pembuatan plengsengan sebagai penguat sempadan sungai. Namun hasilnya tidak maksimal,dan bangunannya yang ada tergerus air. Sebenarnya sungai utama Kedunguling dan sungai avour yang sama-sama memiliki panjang 1,5 kilometer tidak memiliki plengsengan.

”Desa sudah berulangkali mengajukan proposal bantuan pembangunan ke Pemkab Sidoarjo. Sudah bolak-balik bahkan setiap tahun mengajukan tetapi tidak ada tindak lanjut,” keluh Kepala Desa Kemantren ini.

Sunaryo warga RT 03 RW 01 Desa Kemantren menuturkan, keretakan dinding pada rumahnya itu karena pondasinya ambles dan tanahnya sebagian tergerus air sungai. Memang kondisi sekarang ini, aliran sungai Kedunguling normal. Tetapi jika musim hujan tiba, seperti bulan lalu. Aliran sungai itu cukup deras, volume air sungai naik hingga ke bagian dapur dan merendam ke ruang tengah.

“Kejadian ini sudah berulan-ulang ,terjadi hampir bertahun-tahun lamanya hingga sampai sekarang ini tidak ada penanganan dari instansi terkait Kabupaten Sidoarjo.Warga yang bertempat tinggal disini, sangat ketakutan, merasa was-was,dan khawatir rumahnya terkena longsor,” keluhnya.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: