Petani Cabai Tuban Gagal Panen

 Petani Cabai Tuban Gagal Panen

TUBAN (bangsaonline) - Petani cabai di Tuban terancam gagal panen dan merugi karena terkena hama patek.
Pantauan di lapangan, sekitar belasan hektare tanaman cabai mulai mengering dan gosong. Cabainya pun ikut rontok dan membusuk. Hal itu ditenggarai minimnya air dan cuaca yang sangat panas pada dua bulan ini.

Sumiasih (34), petani asal Dusun Borokembang, Desa Waleran, Kecamatan Grabagan Tuban terpaksa gigit jari dengan kondisi cabainya yang terserang hama patek. Biasanya ia memanen sampai empat kali lebih, akan tetapi setelah tanaman padinya terserang hama hanya panen tiga kali,” ucapnya.

Dia menceritakan, sejak ditanam hingga panen pertama sekitar tiga bulan, cabai masih dapat dipanen hingga empat kali. Namun mendekati panen keempat, tanaman cabai sudah rusak karena hama patek itu. Sebagian juga ada yang kering dan tidak bisa berbuah lagi. “Saya baru panen 3 kali, biasanya bisa sampai 10 kali panen,” terangnya.

Senada disampaikan Kusmiati (37) warga setempat, ia mengeluhkan kondisi cabainya yang terserang hama patek. Umumnya jenis cabai yang diserang cabai jenis kriting. “Kalau saya punyanya jenis cabai keriting, dan ini kena hama semua, belum sempat menjual dengan harga mahal sudah kena hama. Tapi ya lumayan sudah sering panen sebelumnya,” ungkap Kusmiati.

Sekadar diketahui, saat ini harga cabai di tingkat petani untuk jenis cabai keriting hanya Rp 2.500-2.700. Sedangkan untuk jenis cabai kecil dan rawit masih sekitar Rp 4.000 perkilogramnya. Harga tersebut terlalu murah dan para petani mengaku masih kesulitan mendapatkan untung.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: Petani Cabai Tuban Gagal Panen