Mengamati Carut Marut Kota Gresik (4), Taman Kota Hanya Hamburkan Anggaran

GRESIK, BANGSAONLINE.com - Keindahan kota suatu daerah bisa dilihat dengan taman yang indah, cantik dan sejuk, dan memiliki nilai estetika. Namun, tidak bagi taman kota di Kabupaten Gresik. Pembuatan taman kota terkesan hanya sebagai slogan untuk menghambur-gamburkan anggaran dari APBD. Betapa tidak, di saat pasca APBD didok (disahkan), BLH (Badan Lingkungan Hidup) seolah-olah berlomba-lomba mrlakukan lelang atau PL (penunjukan langsung) atau PML (pemenangan langsung) proyek taman kota.

Namun, setelah taman dibuat dengan berbagai macam varian bunga atau tanaman dengan menyedot APBD ratusan juta bahkan miliaran rupiah, perawatannya kurang maksimal. Terlebih pada saat musim kemarau. Banyak titik-titik taman tertentu yang tak terurus dan mati. Setelah taman mati, proyek baru pun menanti. Begitu lah seterusnya rotasinya, taman mati buat lagi taman mati buat lagi. Akhirnya di masyarakat muncul istilah populer ‘bongkar pasang taman, bongkar pasang anggaran’.

Gilanya lagi, di pinggir taman kota Gresik banyak tertancap papan reklame seperti di simpang lima Sukorame, Gresik, di perempatan Sentolang Kebomas dan lainnya. Sehingga, makin memperburuk estetika taman kota. Untuk itu, BLH harus memiliki kreativitas, inovasi untuk merawat, mengelola taman kota, sehingga ada nilai estetika.

Sejumlah kalangan masyarakat Gresik saking gemesnya dengan Badan Lingkungan Hidup (BLH) Pemkab Gresik, yang sering bongkar pasang taman kota Gresik, kerap melontarkan kritik pedas. "BLH Weneono duek sak gunung kalau model perawatan taman seperti itu ya gak ada hasilnya. (BLH dikasih uang (anggaran) satu gunung kalau cara perawatan taman seperti itu ya tak ada hasilnya,red)," cetus Rusmiyati, salah satu pengguna jalan.

Pengamatan Bangsaonline.com taman-taman kota Gresik yang kerap bongkar pasang adalah, taman di atas tengah median jalan di pertigaan traffic light (TL), depan Masjid Agung Gresik (MAG). Taman di tengah jalan tersebut mengalami beberapa kali bongkar pasang. Artinya, setelah dibongkar kemudian dipasang (ditanam) lagi dengan tanaman baru (peremajaan). Tentu, proyek itu menyedot anggaran besar dari APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah).

Taman di sana dulunya dibentuk model gunungan. Teknisnya, ratusan pot bunga ukuran sedang yang ada tanaman ditata seperti gunungan. Kemudian, taman model itu dibongkar lalu pasang baru. BLH lalu menggantinya dengan taman dengan tanaman pohon agak tinggi seperti pohon palem.

Setelah itu, dibongkar lagi dengan tanaman bunga dengan ketinggian sedang. Lalu terakhir taman kembali dibongkar dan ditanam dengan bunga rendah.

Kepala Bidang Pertamanan dan Keindahan pada BLH Pemkab Gresik, Ketut saat diwawancarai Bangsaonline.com baru-baru ini membenarkan, taman dipertigaan TL depan MAG berkali-kali dilakukan bongkar pasang. Namun, hal itu sebelum dirinya menjabat menjadi Kabid Pertamanan dan Keindahan.

"Semasa saya menjabat baru dua kali dilakukan peremajaan," kata dia.

Peremajaan taman, lanjut Ketut karena banyaknya permintaan masyarakat. Di mana, para pengguna jalan memerotes kondisi taman yang ditanami bunga tinggi.

"Masyarakat protes taman dengan bunga tinggi mengganggu pandangan pengguna jalan. Bahkan, sering terjadi kecelakaan," ungkapnya.

Selain itu, pihak kepolisian Lalu lintas Polres Gresik juga meminta agar tanaman di taman tersebut diganti yang pendek agar tidak menyebabkan kecelakaan pengguna jalan. Ketut lebih jauh menyatakan, bidang yang dipimpinnya selain mengurus taman di pertigaan TL depan MAG, juga menangani taman se Kabupaten Gresik.

Untuk anggaran pembangunan taman pada APBD tahun 2016 sekitar Rp 3 miliar. Anggaran sebesar itu digunakan untuk rehabilitasi tanaman se-Kabupaten Gresik. Selain itu, juga ada anggaran untuk operasional untuk upah pasukan kuning dan penyiraman taman. Totalnya, Rp 2,5 miliar.

"Jadi, kalau anggaran taman kita dibandingkan Surabaya masih kalah jauh. Makanya, taman kota bagus Surabaya," pungkasnya.(m.syuhud almanfaluty)


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini:Mengamati Carut Marut Kota Gresik (4), Taman Kota Hanya Hamburkan Anggaran