SURABAYA (bangsaonline) - Hasil ujian nasional (UN) untuk tingkat SMP/MTs sederajat tahun ajaran 2013/2014 di Jatim cukup membanggakan. Tingkat kelulusannya mencapai 99,98 % sehingga lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.
Dari 537.772 peserta UN tingkat SMP tahun ini, yang lulus sebanyak 537.678 siswa atau 99, 98 %. Yang tidak lulus sebanyak 94 siswa atau 0,017 %. Tahun 2012, tingkat kelulusannya hanya 99,84 % dan 2013 sebanyak 99,92 %.
“Ini sangat membanggakan kami, karena Jatim tetap menjadi barometer pendidikan nasional. Jika dibandingkan tahun lalu, maka tingkat kelulusannya semakin meningkat,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Jatim Harun usai melakukan rapat dengan kepala dinas pendidikan se-Jatim di Kantor Dinas Pendidikan Jatim Jalan Gentengkali, kemarin (12/6).
Yang membanggakan, kata Harun, nilai 10,00 atau angka sempurna banyak diraih siswa pada pelajaran IPA dan matematika. Untuk Bahasa Inggris yang tertinggi adalah 9,90 dan bahasa Indonesia 9, 70. Untuk rerata unas SMP/MTs, bahasa Indonesia adalah 7,56, bahasa Inggris 7, 52, matematika 7, 15 dan IPA 7, 61.
“Untuk menentukan kelulusan yaitu 60 % nilai unas ditambah dengan 40 % nilai sekolah atau madrasah. Selain itu peserta didik nilai rata-rata paling rendah 5, 5 dan nilai tiap tiap mata pelajaran paling rendah 4,0,” bebernya didampingi Zainudin Maliki dari Dewan Pendidikan Jatim dan Supandi dari perwakilan Kanwil Kemenag Jatim.
Sedangkan untuk tingkat kelulusan paket B / Wustha pada tahun ini mengalami peningkatan. Sebelumnya pada tahun 2013 tingkat kelulusan sebesar 95,24 %, kini naik menjadi 97,38 %. Adapun pesertanya sebanyak 18.847 siswa dengan jumlah yang lulus sebanyak 18.354 siswa sehingga yang tak lulus sebanyak 493 siswa atau 2,62 %.Semetara itu tingkat kelulusan SMPLB mencapai 100 % yang terdiri dari tuna netra, rungu, daksa dan laras. Jumlah peserta 301 yang ikut unas itu semuanya lulus.
Kepada seluruh kepala dinas se-Jatim yang kemarin hadir, Harun meminta agar pengumuman kelulusan pada tanggal 14 Juni 2014 (besok) tidak ditunda dan tidak dimajukan. “Jangan diundur atau dimajukan. Pengumuman harus sesuai dengan jadwal dari pusat. Soal cara pengumuman kelulusan, kami serahkan kebijakannya ke dinas masing-masing,” katanya.
Di sisi lain, Ketua Dewan Pendidikan Jatim Zainudin Maliki mengapresiasi keberhasilan Jatim seiring dengan tingkat kelulusan siswa SMP sederajat yang naik dibandingkan tahun sebelumnya. Tentu itu diraih lewat kerja keras semua pihak.
“Namun jangan melupakan mutu pendidikan yang ada. Selain itu kami mengingatkan bahwa peningkatan hasil unas ini jangan sampai mengorbankan mutu belajar para siswa. Dan kami juga berharap mata pelajaran yang tidak diunaskan harus juga ditingkatkan mutunya,” tegasnya.




