Jelang Ramadan, Perajin Meubel di Bondowoso Banjir Pesanan

BONDOWOSO (BangsaOnline) - Menjelang memasuki bulan Ramadan, pengrajin meubel di Bondowoso, kebanjiran order. Akibatnya para pengrajin meubel kewalahan memenuhi pesanan pelanggannya.

Azwar Anas, salah seorang pengrajin di sentra meubel Desa Pejaten mengaku, banyaknya order menjelang bulan suci ini cukup meningkat hingga 50 persen lebih.

“Pelanggan yang mesan tuk saat ini tidak hanya para pelanggan yang ada dibondowoso, bahkan pelangga kami dari luar bondowoso juga banyak,” ujar pria yang sudah lama menekuni usaha perajin meubel saat ditemui wartawan.

Menurutnya, banyaknya pesanan pada musim ini (menjelang ramadhan red) membuat Anas kewalahan, karena minimnya tenaga pekerja, sehingga banyak pesanan yang ditolak.

“Pelanggan saya banyak dari Jember, dan Banyuwangi, sedangkan pesanan mereka rata-rata yang banyak berupa meja, kursi, lemari, dan tempat tidur,” imbuhnya

Selain itu, dengan banyaknya pesanan, juga menyebabkan naiknya harga bahan baku eperti kayu. Bahkan harga saat ini 1 kobek kayu mencapai Rp2 juta, sedangkan harga pada hari-hari normalnya hanya mencapai Rp1,5 juta.

Namun, meskipun bahan baku mulai mengalami kenaikan harga, Azwar mengaku tidak bisa menaikkan harga jual karena pembeli dikhawatirkan akan berkurang. Sehingga akan mempengaruhi nilai jual.

“Kalau kami menaikkan harga, saya khawatir konsumen nantinya pindah ketempat lain, karena persaingan antar pengusaha dan pengrajin meubel saat ini sangat ketat.” tandasnya.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini:Jelang Ramadan, Perajin Meubel di Bondowoso Banjir Pesanan