Pelajar SMK Bojonegoro Kembangkan Bisnis Telur Asap

BOJONEGORO (BangsaOnline) - Menggali potensi bisnis di Kabupaten Bojonegoro memang seakan tak pernah ada habisnya. Mulai dari ukir jati, membuat jaring ikan hingga menganyam bambu untuk dinding rumah. Namun hari ini, Kamis (12/6/2014) saat wartawan BANGSAONLINE.com mengunjungi lokasi bisnis di Kecamatan Kanor sedikit unik dibanding usaha yang lain. Mulai dari tempat dan jenis usahanya pun menarik.

Telur asin asap, itulah usaha yang coba dikembangkan oleh para pelajar di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Kecamatan Kanor, Bojonegoro. Meski konteksnya sebagai sarana pembelajaran atau praktik pengolahan makanan pada jurusan Tekhnologi Pengolahan Hasil Pertanian (TPHP) di SMKN 1 tersebut. Namun, hasil pengasapan telur para pelajar itu ternyata telah banyak diminati oleh masyarakat.

Guru pembimbing jurusan TPHP, Laili Rahmawati menceritan awal munculnya ide pengasapan telur bebek tersebut, sekitar dua tahun yang lalu saat ia jalan-jalan di Kota Gresik membeli telur asin asap. "Setelah saya coba, ternyata rasanya gurih. Akhirnya muncul ide untuk memproduksi sendiri bersama anak-anak (pelajar SMKN 1,red)," terangnya.

Ia bersama para puluhan pelajar itu mulai memproduksi pada akhir tahun 2013 lalu, setelah berhasil, pada awal tahun 2014 kemarin ia coba pasarkan di masyarakat. Alhasil, produk telur asap siswanya diterima oleh masyarakat sekitar Kecamatan Kanor. Perbutir, telur yang diasap menggunakan kulit atau batok kelapa itu dibandrol Rp3.000.

"Setiap pagi, kurang lebih 200 butir telur asap kita kirim ke 10 warung di sekitar Kanor, rencanaya akan kita distribusikan sampai diluar kecamatan, hingga ke sejumlah swalayan di dalam dan luar Kota Bojonegoro" imbuhnya.

Lebih lanjut wanita yang akrab disapa Bu Rahma itu menjelaskan, keunggulan telur asin asap dibanding telur asin pada umumnya yakni, lebih gurih dan nikmat, serta bau amis pada telur bebek tersebut akan hilang pasca diasap selama 4 jam. Selain itu, telur asap juga bisa bertahan sampai 3 minggu, sementara telur biasa hanya 10 hari.

"Sebelum diasap, telur terlebih dahulu direndam dengan batu bata selama 30 menit, kemudian direbus dengan air yang dicampur dengan garam agar rasanya lebih enak. Setelah proses perendaman dan perebusan selesai, kemudian telur itu diasap dengan suhu 100 sampai 125 derajat celcius," terangnya.

Sementara itu, Hilmi salah satu pelajar yang biasa mengasap telur menjelaskan, awalnya sempat kesulitan saat proses perebusan hingga pengasapan, namun setelah terbiasa ternyata gampang. "Saya berharap habis lulus sekolah nanti bisa mengembangkan usaha membuat telur asap sendiri dirumah," harap siswa kelas XII itu.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: