Industri Gitar Listrik Rick Hanes hanya Tinggal Nama

SIDOARJO,BANGSAONLINE.com – Satu Industri Gitar Listrik Rick Hanes yang terletak di Tambak Sawah No 5 Kecamatan Waru kini sudah gulung tikar. Padahal, gitar merk ini dicari pemusik kelas dunia. Kenapa?

Desa Tambak Sawah di dalamnya banyak sekali industri, salah satunya indsutri gitar milik Doddy Hernanto yang prestasinya telah mendunia. Bahkan gitar bikinannya menjadi incaran penghobi gitar dan pemusik kelas dunia, di Amerika Serikat, Australia, Eropa dll.

Sebut saja pengoleksi gitar listrik Rick Hanes adalah Dewa 19, Five Minutes, I Wayan Balawan, dan musisi-musisi top dunia, sekelas Jimmy Page, dan lain-lain.

“Dulu di tahun 2009 – 2013, awal produk kami memang sangat dikenal musisi. Namun yang saya amati sejak tahun 2013 akhir, pemusik di Indonesia saat ini sedikit berkurang dan kurang bersemangat dalam membuat lagu, sehingga tidak produktif. Dari tidak produktif tersebut pembuat gitar seperti saya ini, juga sepi pelanggan. Terlebih untuk menembus pasar internasional lagi, sudah sangat sulit, di tahun 2013 karena memang banyaknya saingan,” keluh Doddy, sang pemilik merk Rick Hanes (53). Dia sendiri saat ini kerap keluar kota untuk keperluan kegiatan ekonominya.

“Nama Rick Hanes Kami Harapkan bisa menembus pasar Amerika Serikat, dan memang menembus hingga pasar Amerika Serikat, Australia. Kalau Gitar kami kualitas sudah bagus, namun brandnya kurang menarik. Musisi kelas internasional tidak akan tertarik,” kata dia.

“Saya merintis usaha gitar ini dari tahun 2009, dulu awalnya saya memiliki band. Namun, setelah saya pikir-pikir mending memproduksi gitar sendiri. Kemudian, saya melakukan riset selama 3 tahun Amerika Serikat dan Eropa bahan dan teknik agar gitar awet. Akhirnya setelah menemukan teknik tersebut saya kembangkan di Sidoarjo,” kata dia

“Namun, sangat amat disayangkan usaha saya berkembang pesat hanya di tahun 2009 – 2013 saja. Karena pasar sepi, tahun 2014 saya tutup dan lahan produksi sudah jadi gudang. Selain sepi pasar karena memang usia saya yang sudah tidak mendukung, lebih baik ditutup saja. Daripada pengeluaran saya untuk sewa lebih besar dari penghasilan.”

Dulunya Doddy dibantu 150 karyawan, yang ada bagiannya sendiri-sendiri mulai memotong kayu bentuk gitar, memasang senar dan cat.

Lokasi pabrik gitar listrik Rick Hanes, sekarang menjadi gudang.

Gitar milik Doddy sudah banyak mendapatkan penghargaan baik di Indonesia maupun di Internasional. Yang lebih membanggakan gitar Doddy ini dicintai oleh musisi ternama karena terkenal awet.

“Harga Gitar berkisar Rp 8 – 15 juta. Memang mahal. Tapi kami menjual kualitas yang terbaik untuk pembeli/pelanggan. Dulu omzet yang kami dapat dalam satu bulan mencapai Rp 150 juta. Karena memang produk Rick Hanes ini sudah mendunia untuk musisi di Indonesia bahkan Internasional. Namun, akhir 2013 usaha gitar kami sudah mulai lesu dan akhirnya kami tutup,” kenang Doddy, yang ditemui di rumah orang tuanya.

“Rick Hanes pernah memenangkan 3 penghargaan dalam 1 acara di Guitar of the World 2012 yang diadakan oleh majalah Guitar Planet di Inggris, Juara 1 dengan tipe Chris Bickley DR Pro, Juara 2 Rick Hanes Type Avenix dan juara 3 Rick Hanes Type Dr Medium. Selain itu kami juga pernah memenangkan Artist Signature Guitar of the Year,” kata dia

“Kami memiliki teknik agar gitar tersebut kuat yakni dengan menggunakan carbon graphite di bagian leher gitar,” kata dia membuka sedikit resepnya. (faratiti dewi/UTM)


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: