Dukung Jokowi-JK, Alu KemBang Harap Jasad 13 Aktivis Ditemukan

SURABAYA (bangsaonline) - Alumni Universitas Airlangga untuk Kemandirian Bangsa (Alu KemBang) mendeklarasikan diri mendukung pasangan capres-cawapres nomor urut 2 Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014.

Alasannya, Jokowi-JK bebas dari dosa politik masa lalu sedangkan pasangan capres-cawapres yang lain ikut terlibat dalam kasus pelanggaran HAM dengan menghilangkan 13 aktivis Pro Demokrasi yang tak jelas hingga sekarang. Dengan dukungan tersebut, Alu KemBangyang sebagian besar mantan aktivis 1998 berharap jazad 13 rekannya bisa ditemukan.

Koordinator Alu KemBang, Dandik Katjasungkana mengatakan, kebanyakan alumni yang tergabung dalam Alu KemBang adalah mantan aktivis mahasiswa tahun 1998 yang berjuang menggulingkan Orde Baru. Karena itu, kata dia, pihaknya menggugah para alumni Pro Demokrasi untuk kembali mengawal arah reformasi agar tidak melenceng.

"Caranya dengan ikut menentukan masa depan bangsa melalui mendukung Jokowi-JK pada Pilpres mendatang," terang Andik, Selasa (10/6).

Deklarasi juga mengundang Masiati,-orang tua Bimo Petrus,- salah satu aktivis 1998 yang lenyap bak ditelan bumi. Masiati dalam pernyataannya sangat berharap jika Jokowi terpilih menjadi Presiden RI bisa menemukan jazad anaknya dan menghukum orang-orang yang terlibat dalam kasus pelanggaran hukum.

"Sudah 16 tahun saya menunggu kejelasan nasib anak saya, kalau memang meninggal dimana kuburannya," ungkapnya.

Anggota Tim Pemenangan Nasional Jokowi-JK, Eva Kusuma Sundari mengatakan akan terus mendorong Ikatan Alumni Unair untuk ikut menentukan arah kehidupan bangsa ke depan. Sebab, kata dia, politik adalah sebuah pilihan. Untuk itu, ujarnya, harus berpihak.

"Betapa pun sedikit harapan itu, sikap itu jauh lebih baik daripada kita diam dan hanya menyumpahi keadaan. Sikap diam itu justru akan memberi jalan bagi para penjahat politik untuk mengubur dalam-dalam harapan kità tanpa sisa," jelas anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan itu.

Selain Unair, lanjut Eva, Sundari IKA ITS beberapa hari lalu juga sudah mendeklarasikan mendukung pasangan nomor urut 2. Sementara di Jakarta sudah ada alumni dari 18 perguruan tinggi negeri dan perguruan tinggi swasta yang tergabung dalam Bumi Pertiwi.

"Setelah alumni Unair kami berharap alumni perguruan tinggi lain yang ada di Jatim juga ikut mendukungJokowi-JK. Jika mereka bergabung tentu dampaknya akan cukup besar karena mereka ini tergolong kelas menengah yang bisa menjadi panutan masyarakat lainnya," terangnya.

Deklarasi juga dihadiri Dedy Prihambudi, Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPD Partai Demokrat Jawa Timur. Dedy yang merupakan alumni Universitas Brawijaya Malang itu mengaku datang atas nama pribadi dan tak ada kaitannya dengan posisinya di Partai Demokrat. Namun, mantan Ketua LBH Surabaya itu mengaku mendukung pasangan Jokowi-JK. Bahkan dalam waktu dekat, dirinya bersama alumni Universitas Brawijaya akan mendeklarasikan dukungan untuk Jokowi-JK.

"Alumni Brawijaya akan menyusul mendeklarasikan diri mendukung Jokowi-JK,"tegas politisi berlatar advokat tersebut.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini:Dukung Jokowi-JK, Alu KemBang Harap Jasad 13 Aktivis Ditemukan