LAMONGAN (bangsaonline) - Sebanyak 30 peserta benchmarking Diklat Kepemimpinan (Diklatpim) Tingkat IV Angkatan XIII Kabupaten Blitar berkunjung ke Lamomgan. Mereka akan fokus pada tiga locus, yakni Badan Penanaman Modal dan Perijinan (BPMP), Dinas Koperasi Industri dan Perdagangan (Diskopindag) serta Kecamatan Lamongan.
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Achmad Lazim menyampaikan, konsentrasi pada tiga locus itu karena mereka merasa pengelolaan program di tiga SKPD tersebut telah melakukan banyak inovasi yang berjalan secara efektif dan efisien. “Jadi mumpung disini peserta harus aktif berdiskusi untuk menggali lebih banyak ilmu,” ujar Lazim, ketika rombongan diterima Sekkab Yuhronur Efendi di Ruang Pertemuan Sasana Nayaka, Selasa (10/6/2014).
Sekkab Yuhronur Efendi menyampaikan, banyak persamaan antara Lamongan dan Kabupaten Blitar. Baik dalam aspek geografis maupun kependudukan. Sehingga banyak hal yang dapat dijadikaan sebagai perbandingan.
“Tahun ini, Lamongan mendapatkan Adipura Kencana yang kedua. Ini karena partisipasi masyarakat yang tinggi, yang rela mengeluarkan dana swadaya untuk menata kampung,” jelasnya.
Yuhronur juga menyebutkan IPM Lamongan yang saat ini mencapai 71,42 sudah masuk kategori rata-rata menangah atas. Di bidang kesehatan, Lamongan meluncurkan 33 mobil sehat untuk meningkatkan angka harapan hidup dan menurunkan angka kematian bayi. Kemudian di bidang pendidikan dengan memberikan beasiswa kepada 400 mahasiswa miskin.
“Jika ditotal, selama ini Pemkab Lamongan telah memberikan beasiswa pada kurang lebih 2.300 mahasiswa miskin. Dan untuk meningkatkan angka indeks daya beli ada program Gemerlap yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Lamongan,” pungkasnya Efendi.



