Korem Madiun Gelar Upacara Hapsak, Dilanjut Pelantikan Kenaikan Pangkat

MADIUN, BANGSAONLINE.com - Jajaran Korem 081/DSJ juga menggelar Upacara Hari Kesaktian Pancasila tanggal 1 Oktober, yang dilanjutkan denga pelantikan Kenaikan Pangkat periode 1 Oktober 2016 di Halaman Makorem 081/DSJ Jl Pahlawan no 50 Kota Madiun, Sabtu (1/10/16).

Bertindak sebagai Inspektur Upacara Kepala Seksi Personel Korem 081/DSJ Letkol Caj Rachmad Koesoemo W dan Komadan Upacara Mayor Inf Edi Sunarko.

Upacara diikuti para Perwira Staf Korem 081/DSJ, para Kadisjan jajaran Korem 081/DSJ, anggota Korem 081/DSJ, anggota Satdisjan jajaran Korem 081/DSJ dan Seluruh PNS baik PNS Korem 081/DSJ serta PNS Satdisjan Jajaran Korem 081/DSJ.

Dalam amanatnya Komandan Korem 081/DSJ yang dibacakan Kasipers Korem 081/DSJ Letkol Caj Rachmad Koesoemo W mengatakan, kenaikan pangkat bukan merupakan hak yang diperoleh secara otomatis oleh setiap anggota prajurit maupun Pegawai Negeri Sipil.

Tetapi dalam organisasi militer yang modern dan professional, kenaikan pangkat merupakan bentuk penghargaan dari negara atas prestasi kerja yang baik bagi setiap anggota prajurit TNI maupun setiap anggota Pegawai Negeri Sipil dalam melaksanakan tugasnya.

“Oleh karena itu, kenaikan pangkat ini mengandung konsekuensi dan tanggung jawab yang lebih tinggi lagi dari jabatan sebelumnya, bahwa semakin tinggi pangkat yang disandang seseorang, maka semakin tinggi pula tuntutan tanggung jawab atas pelaksanaan tugas yang diembannya,” tandas Danrem dalam sambutannya.

Malam sebelumnya, Jumat (30/9), Komando Resor Militer 081/Dhirotsaha Jaya menyelenggarakan pembacaan Yassin, Tahlil dan Doa bersama dalam rangka mengenang jasa-jasa para Pahlawan Revolusi yang telah gugur oleh kekejaman PKI pada tanggal 30 September 1965 yang dikenal dengan sebutan G 30 S PKI.

Pembacaan surat Yasin, Tahlil dan Doa bersama di Masjid Jenderal Sudirman Korem 081/DSJ Jl. Pahlawan 50 Kota Madiun.Jum’at malam ini

dihadiri oleh Komandan Korem 081/DSJ Kolonel Inf Piek Budyakto, para Kadisjan, seluruh anggota Korem 081/DSJ baik Militer maupun PNS.

Menurut Danrem 081/DSJ Kolonel Inf Piek Budyakto, acara doa bersama yang kita laksanakan setiap tanggal 30 September bukan rutinitas tahunan belaka, melainkan mengandung makna yang sangat dalam,

“Yaitu sebagai sarana mempererat tali silaturahmi dan memperkokoh integrasi spiritual serta meningkatkan kewaspadaan terhadap upaya sistematis kebangkitan komunis yang dilakukan oleh penganut dan simpatisannya,” ungkap Danrem 081/DSJ Kolonel Inf Piek Budyakto seperti disampaikan dalam rilisnya kepada bangsaonline.com, Sabtu (1/9).

Melalui acara Tahlilan, Yasinan dan doa bersama mengenang gugurnya para pahlawan Revolusi ini diharapkan dapat mengambil hikmah dan menarik pelajaran penting dalam memaknai peristiwa tersebut. “Sehingga peristiwa pengkhianatan G.30.S/PKI terjadi pada subuh dinihari tanggal 1 Oktober 1965, 51 tahun yang lalu tidak pernah terjadi lagi,” tambah Danrem.

Danrem juga mengatakan, bahwa acara doa bersama mengenang gugurnya para pahlawan Revolusi merupakan tanda – tanda kebesaran Allah SWT, dimana didalamnya terkandung hikmah dan pelajaran yang tak pernah habis relevansinya dengan kehidupan kita. (pen/rem)



// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini:Korem Madiun Gelar Upacara Hapsak, Dilanjut Pelantikan Kenaikan Pangkat