SIDOARJO (BangsaOnline) – Sejumlah perwakilan lintas iman, Gusdurian Sidoarjo dan GP Ansor Sidoarjo menggelar Deklarasi Perdamaian, di Pondok Pesantren Ahlus Shofa wal Wafa, di Desa Simo Ketawang Kecamatan Wonoayu, Sidoarjo, Minggu (8/6/2014).
Kegiatan bertema “Mari Benar-Benar Ber-Tuhan Agar Tumbuh Cinta Damai Dalam Perbedaan” itu digelar sebagai bentuk keprihatinan terhadap naiknya kekerasan atas nama agama dan kampanye hitam beraroma SARA akhir-akhir ini. “Agar semua menyuarakan kedamaian, keakraban tanpa ada sebuah perbedaan.Ini semua demi Keutuhan NKRI, negeri kita semua," ucap KH Nizam As Sofha, pengasuh Pondok Pesantren Pondok Pesantren Ahlus Shofa wal Wafa.
Dia menyatakan, meskipun saat ini suasana politik sedang memanas, pihaknya berharap agar tidak saling fitnah. "Jangan menjelek-jelekkan sesama. Itu persaingan yang tidak sehat. Mempersatukanlah kecap kalian, bukan kecap orang lain," pesannya usai deklarasi damai umat lintas iman Sidoarjo.
Ada delapan poin dalam Deklarasi Perdamaian tersebut, yakni menyatakan keprihatinan yang mendalam dan mengecam segala tindak kekerasan dan intoleransi dalam berbagai bentuk yang sekiranya merusak kehidupan berbangsa dan bernegara, menolak segala tindakan atas nama agama apapun yang telah menjadikan manusia kehilangan haknya sebagai warga Negara.
Menolak terhadap segala bentuk tindakan mengatasnamakan agama apapun yang menafikan nilai-nilai universal kemanusiaan, kesetaran dan keadilan, Dalam mengikuti proses Pilpres saat ini, mengharap seluruh elemen masyarakat perlu memiliki sikap yang jernih, bisa menahan diri dari dan tidak mudah terprovokasi dalam menyikapi berita maupun pesan singkat (SMS) berisi "Black Campaign" (kampanye hitam) yang bersifat provokasi dan menyesatkan,
Mengharap tim kampanye dan para pendukung masing-masing calon presiden supaya memiliki semangat persatuan dan persaudaraan. Menciptakan pemilu berintegritas dan damai demi terwujudnya kemajuan Indonesia dan terjaganya keutuhan NKRI berdasarkan pancasila dan UUD 1945.
Mengharap
segenap umat di Sidoarjo agar memelihara kerukunan umat bergama di lingkungan
masing-masing, menghindari sikap main hakim sendiri dan tindakan anarkis yang
tidak menyelesaikan persoalan.
Mengharap Muspida, Tokoh Agama, Tokoh masyarakat di Sidoarjo untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat agar suasana keamanan, kerukunan dan kesatuan NKRI tetap terjaga serta kepada media massa diharapkan agar menyampaikan pemberitaan yang akurat dan menyejukkan mengenai segala peristiwa yang terjadi dalam masyarakat.




