SIDOARJO (BangsaOnline) – Didik (35), pelaku yang menusukkan pisau terhadap Muhammad Munif (42), warga Desa Kalijaten RT 6/RW 1 Kecamatan Taman, hingga akhirnya korban tewas, diduga kuat mengidap gangguan jiwa. Pelaku disebut-sebut beberapa kali pernah dirawat di Rumah Sakit Jiwa (RSJ).
Ada warga yang bercerita, jika pelaku , yang juga warga Desa Kalijaten Kecamatan Taman itu, pernah menjalani perawatan di Rumah Sakit Jiwa (RSJ). Selain itu, dikabarkan, jika pelaku juga pernah menganiaya korban. Namun kala itu, terjadi perdamaian antarkedua pihak. “Kami akan dalami informasi yang berkembang tersebut,” cetus Kapolsek Taman Kompol Edy Siswanto, Minggu (8/6/2014) petang.
Menurut Kompol Edy, kini pihaknya tengah berkonsentrasi memburu keberadaan pelaku yang kabur usai kejadian. “Anggota masih di lapangan untuk mengejar pelaku,” cetusnya. Soal motif kejadian, polisi masih menunggu hasil pemeriksaan terhadap saksi-saksi. Saat ini polisi masih mengumpulkan informasi terkait kronologis kejadian tersebut.
Sebelumnya diberitakan, Muhammad Munif (42), warga Desa Kalijaten RT 6/RW 1 Kecamatan Taman, Sidoarjo, tewas bersimbah darah usai tubuhnya terkena tusukan pisau yang dibawa Didik (35), warga desa setempat, di Masjid Annur, di Desa setempat, Minggu (8/6/2014) siang.
Kejadian itu dialami korban kala tengah menunggu giliran mengaji Al Quran di dalam masjid. Kala itu digelar kegiatan rutin Khataman Al Qur’an, usai salat Dhuhur. Informasi yang dihimpun, saat itu korban yang sehari-hari berjualan nasi goreng (nasgor) itu ikut Khataman Al Quran. Ia tengah menunggu giliran membaca ayat suci Al Qur’an.
Karena tengah menunggu giliran, korban rebahan. Saat itulah, tanpa diduga, Didik tiba-tiba masuk masjid dan mendekati korban. Tanpa bicara, Didik sontak menusukkan sebuah pisau ke arah korban hingga mengenai perut kiri dan kanan korban. Diduga kuat, korban sempat menghindar dan berlari menuju serambi masjid. Namun diduga pelaku terus mengejar korban.
Sejumlah warga yang tengah serius mengaji kaget mengetahui kejadian itu. Mereka lalu berusaha melerai, namun warga tidak berani mendekat, karena pelaku mengancam dengan mengacung-acungkan pisau yang dibawanya ke arah warga lainnya. “Kami tidak berani mendekat, karena dia (pelaku) menodongkan pisau ke warga,” cetus Kafrawi, warga setempat.
Usai menusukkan pisau ke tubuh korban, pelaku bergegas kabur. Warga lalu menolong korban yang bersimbah darah dengan membawanya ke RS Siti Khodijah Sepanjang Taman. Namun nyawa korban tak tertolong, karena terkena tusukan pisau hingga lima kali, dan akhirnya meninggal dunia.




